Koasa Bangun Pabrik Nori Rp220 Miliar di Bekasi, Bidik Pasar Halal dan Ekspor Asean
Koasa Bangun Pabrik Nori Rp220 Miliar di Bekasi, Bidik Pasar Halal dan Ekspor Asean Koasa Shoji bangun pabrik nori Rp220 miliar di Bekasi. Fasilitas ditargetkan beroperasi 2027 dan menjadi basis pasokan Asia Tenggara Ringkasan Berita:
- Koasa Shoji memulai pembangunan pabrik pengolahan nori senilai Rp220 miliar di Kawasan Industri MM2100, Bekasi, yang ditargetkan beroperasi September 2027 - Pabrik ini akan memasok kebutuhan usaha seperti restoran Jepang, minimarket, dan supermarket - Perusahaan juga menargetkan sertifikasi halal serta peluang ekspor ke pasar ASEAN dan negara lain Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang TRIBUNNEWS.COM, TOKYO — Perusahaan perdagangan nori asal Jepang, Koasa Shoji, memulai pembangunan pabrik pengolahan nori di Indonesia pada 29 September 2026.
Investasi proyek tersebut mencapai Rp220 miliar atau sekitar 2 miliar yen, dengan target mulai beroperasi pada September 2027.
Pabrik tersebut akan memproduksi nori untuk kebutuhan usaha, terutama minimarket, supermarket, serta restoran Jepang, termasuk restoran sushi dengan ban berjalan, ungkap seorang eksekutif Koasa Shoji.
Perusahaan berencana memperoleh sertifikasi halal dan menjajaki ekspor ke negara-negara ASEAN serta pasar lain yang membutuhkan produk halal. Nori merupakan lembaran rumput laut yang lazim digunakan untuk sushi dan onigiri.
Pabrik dibangun di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, melalui perusahaan lokal Koasa International Indonesia (KII).
miliki saham 12,5 persen.
Lahan pabrik memiliki luas sekitar 18.000 meter persegi. Pada tahap pertama, perusahaan akan membangun fasilitas dengan luas lantai sekitar 3.000 meter persegi.
Perancangan dan pembangunan ditangani anak perusahaan Takenaka Corporation di Indonesia.
Presiden Koasa Shoji, Hiroshi Shiraha, menjelaskan bahwa perusahaan menyediakan ruang untuk perluasan fasilitas dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan pasar Indonesia.
Bahan baku berupa lembaran nori kering akan diimpor dari Jepang, Korea Selatan, dan China.
Bahan yang diperoleh saat musim panen disimpan dalam kondisi beku, kemudian diolah sepanjang tahun menjadi nori panggang dan nori berbumbu sebelum dikemas dan dipasarkan. Kapasitas produksi belum diumumkan.
Fasilitas Indonesia akan menjadi basis pengolahan nori untuk kebutuhan usaha di Asia Tenggara.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/koasa-bangun-pabrik-nori-rp220-miliar-di-bekasi-bidik-pasar-halal-dan-43fa5ef3/.
Baca juga
Ini Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan rencana pembicaraan dengan Danantara terkait kebijakan impor KRL dari Jepang.
BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menghadirkan BRImo Junior, layanan mobile banking yang diperuntukkan bagi nasabah anak hingga usia 17 tahun.
Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata
Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…
Harga Solar di Inggris Tembus Rp 48 Ribu per Liter, Rekor Baru
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Transportasi Inggris, Keir Mather menyebut bahwa pasokan diesel atau solar di negaranya tetap kuat meski harganya menembus rekor tertinggi dan kekhawatiran atas pasokan bahan bakar global kian meningkat.