Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Orangtua yang Cerai Sering Konflik soal Anak, Kapan Perlu Konsultasi ke Psikolog?Ini Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Lifestyle

Orangtua yang Cerai Sering Konflik soal Anak, Kapan Perlu Konsultasi ke Psikolog?

Tribun 1 menit baca 237 kata
Orangtua yang Cerai Sering Konflik soal Anak, Kapan Perlu Konsultasi ke Psikolog? — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Orangtua yang Cerai Sering Konflik soal Anak, Kapan Perlu Konsultasi ke Psikolog?

Ada pasangan yang berpisah secara damai. Namun, ada pula perceraian yang meninggalkan konflik.

- Perceraian tidak selalu mengakhiri konflik orangtua, terutama ketika keduanya tetap harus mengasuh anak bersama.

- Konselor menyarankan mediasi melalui konseling atau psikolog agar orangtua membangun kerja sama pengasuhan demi anak.

- Konsultasi membantu orangtua memahami masalah pengasuhan, sementara counseling ditujukan ketika anak mengalami masalah atau ketidaknyamanan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perceraian tidak selalu membuat konflik antara ayah dan ibu langsung berakhir.

Ada pasangan yang setelah resmi bercerai dapat menyelesaikan hubungan dengan damai. Namun, ada pula yang masih memiliki konflik setelah tidak lagi menjadi suami istri.

Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri ketika keduanya tetap harus mengasuh anak.

Konselor, Purnabakti Dosen PPK dan BK Universitas Negeri Semarang Dr. Heru Mugiarso menjelaskan, dalam kondisi seperti ini pendampingan dapat dibutuhkan agar orangtua mampu menjalankan pengasuhan bersama.

Salah satu bentuknya adalah mempertemukan kedua orangtua dalam proses mediasi melalui konseling.

Konflik Bisa Tetap Ada Setelah Perceraian Menurut Heru, perceraian memiliki latar belakang yang beragam.

Ada pasangan yang berpisah secara damai. Namun, ada pula perceraian yang meninggalkan konflik.

Salah satu penyebab yang ia sebut adalah perselingkuhan yang dapat meninggalkan rasa sakit karena dianggap sebagai pengkhianatan terhadap komitmen bersama.

Ada pula pasangan yang berpisah karena perbedaan prinsip hidup.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/orangtua-yang-cerai-sering-konflik-soal-anak-kapan-perlu-konsultasi-5a2479f9/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle