Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Kompolnas Ungkap Dua Tantangan Utama Pejabat Baru PolriVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Nasional

Kompolnas Ungkap Dua Tantangan Utama Pejabat Baru Polri

Liputan6 News 1 menit baca 286 kata
Kompolnas Ungkap Dua Tantangan Utama Pejabat Baru Polri — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Komisioner Kompolnas Choirul Anam menilai rotasi besar-besaran di tubuh Polri harus menjadi momentum untuk menjalankan visi dan misi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

Menurut Anam, Kapolri memiliki kewenangan memilih orang-orang terbaik untuk mengisi jabatan strategis. Para pejabat baru harus mampu menerjemahkan visi tersebut dalam kerja nyata.

“Mutasi ini harus diletakkan dalam konteks pengejawantahan dari visi misi,” kata Anam dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Anam menyebut ada dua tantangan utama yang harus dijawab para pejabat baru, baik di Mabes Polri maupun wilayah. Pertama, mendekatkan polisi dengan masyarakat. Kedua, mempercepat penyelesaian laporan dan pengaduan masyarakat.

Menurut dia, kedekatan dengan masyarakat tidak cukup hanya dengan program. Polri perlu membangun budaya baru, salah satunya dengan bersikap lebih low profile.

“Kedekatan dengan masyarakat kalau tidak ada kebudayaan baru, salah satunya adalah low profile. Tidak memungkinkan ada kedekatan polisi dengan masyarakat,” ujarnya.

Tantangan kedua menyangkut kecepatan pelayanan. Pengaduan, laporan, perizinan dan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kepolisian harus ditangani secara cepat dan tuntas.

Anam mengatakan Polri sebenarnya sudah memiliki modal berupa sistem digitalisasi pengaduan yang dibangun pada periode sebelumnya. Sistem tersebut tinggal diperkuat dan dikembangkan.

“Harapan masyarakat ketika dia mengadukan kepada kepolisian, melaporkan kepada kepolisian, hasilnya cepat dan tuntas,” katanya.

Pertimbangkan Rekam Jejak Soal pilihan Kapolri terhadap para pejabat baru, Anam meminta publik menghormati mekanisme yang digunakan. Menurutnya, pemilihan pejabat tentu mempertimbangkan rekam jejak dan kesesuaian dengan visi misi Kapolri.

“Harus kita hormati menjadi orang-orang yang saat ini adalah orang-orang yang terbaik untuk menjalankan visi misi Kapolri ke depan. Tinggal kita tunggu saja,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan satu hal kepada seluruh pejabat baru. Anam menekankan akuntabilitas dan transparansi harus tetap menjadi pegangan.

“Akuntabilitas dan transparansi adalah syarat dari semua itu,” tegas Anam.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kompolnas-ungkap-dua-tantangan-utama-pejabat-baru-polri-66cd36b8/.

Baca juga

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Senin, 05 Okt 2026 23:58 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan R-I menyampaikan hasil investigasi dan temuan Ombudsman R-I di Lapas Kelas Dua…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional