Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Kontak Tembak di Maybrat, 2 Diduga Anggota OPM TewasVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Nasional

Kontak Tembak di Maybrat, 2 Diduga Anggota OPM Tewas

Liputan6 News 1 menit baca 292 kata
Kontak Tembak di Maybrat, 2 Diduga Anggota OPM Tewas — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Dua orang yang diduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap Sorong Raya tewas dalam kontak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kedua orang yang diduga anggota OPM tersebut yakni Arso Aisnak dan Yohanes Ky. Setelah kontak terjadi, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok lainnya yang melarikan diri dari lokasi.

Operasi tersebut melibatkan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir.

Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, pergerakan kelompok bersenjata tersebut terdeteksi berdasarkan informasi lapangan dan dukungan teknologi.

Dari lokasi kejadian, personel mengamankan sejumlah barang yang disebut sebagai barang bukti. Di antaranya satu pucuk senjata api revolver, 10 butir munisi, alat komunikasi HT, bendera Bintang Kejora, serta sejumlah perlengkapan lainnya.

Riyanto mengatakan operasi dilakukan dengan mengedepankan kehati-hatian dan prosedur yang berlaku.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” kata Riyanto dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Saat ini, personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri.

Ajak Kelompok Bersenjata Pilih Jalan Damai Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat serta memilih jalan damai.

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Riyanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kontak-tembak-di-maybrat-2-diduga-anggota-opm-tewas-477a05c2/.

Baca juga

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan

VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan CNN Indonesia TV | CNN Indonesia Senin, 05 Okt 2026 23:58 WIB Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan R-I menyampaikan hasil investigasi dan temuan Ombudsman R-I di Lapas Kelas Dua…

CNN Indonesia

Semua berita Nasional