Kutukan Kalah Adu Penalti di GBK untuk Timnas Indonesia Akhirnya Sirna
Timnas Indonesia berkali-kali kalah dalam adu penalti pada laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sejak terakhir kali juara SEA Games 1991 di Filipina. Kutukan tersebut akhirnya sirna di FIFA ASEAN Cup 2026.
Sejak Indonesia merebut emas SEA Games 1991, Timnas Indonesia sebenarnya punya kesempatan untuk meraih gelar juara. Bahkan beberapa kesempatannya terjadi saat bertanding di GBK.
Momen itu ada di SEA Games 1997. Saat itu, SEA Games masih untuk timnas senior. Timnas Indonesia lolos ke final SEA Games 1997 dan berhadapan dengan Thailand.
Dalam final tersebut, Thailand unggul lebih dulu lewat Chaichan Kiewsen. Namun Kurniawan Dwi Yulianto kemudian berhasil menyamakan kedudukan.
Skor 1-1 terus bertahan hingga laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 2-4.
Lima tahun berselang, Timnas Indonesia kembali menghadapi Thailand di SUGBK. Kali ini, duel tersebut digelar dalam laga final Piala AFF.
Timnas Indonesia tertinggal dua gol di babak pertama namun bisa menyamakan skor jadi 2-2 lewat gol Yaris Riyadi dan Gendut Doni di babak kedua. Sayangnya, Timnas Indonesia kembali tak berdaya dalam drama adu penalti. Skor 4-2 kembali untuk keunggulan Thailand.
Selain dua kekalahan itu, sebenarnya ada kekalahan lain lewat adu penalti. Momen itu ada pada final SEA Games 2011 yang sudah memberlakukan timnas kelompok umur.
Saat itu Timnas Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia dalam drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time usai.
Segala kutukan itu akhirnya bisa dihentikan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel Indonesia vs Thailand harus ditentukan lewat adu penalti setelah imbang 2-2 selama 120 menit.
Dalam adu penalti, empat eksekutor Timnas Indonesia yaitu Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Sedangkan tendangan Sarach Yooyen membentur tiang dan tembakan Nattapong Sayriya bisa dibendung Emil Audero.
Kondisi itu membuat Timnas Indonesia akhirnya bisa memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Hal itu juga sekaligus mengakhiri kutukan kalah penalti pada final di SUGBK.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kutukan-kalah-adu-penalti-di-gbk-untuk-timnas-indonesia-akhirnya-sirna-3f0eecad/.
Baca juga
Cristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar Janji
HERALD.ID – Cristiano Ronaldo buka suara mengenai keputusannya meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di tengah persiapan menghadapi Denmark pada UEFA Nations League 2026/27. Kapten Portugal itu menyebut pelatih Jorge Jesus telah mengingkari janji kepadanya.
Segini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
SEGINI hadiah Timnas Indonesia usai kalahkan Timnas Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026. Nominalnya sungguh menggiurkan!
Agenda Timnas Indonesia usai Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Timnas Indonesia menatap dua laga penting pada kalender internasional pada November setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Pio Esposito: Dua Tahun Lalu di Serie B, Kini Andalan Italia
Pio Esposito kini telah menjelma sebagai salah satu striker tertajam milik Italia. Dua tahun lalu, dia padahal cuma bermain di Serie B. Penyerang tengah itu telah mencetak tujuh gol hanya dalam 13 penampilan untuk tim senior Azzurri sejak melakukan debutnya pada September 2025.