Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Kutukan Kalah Adu Penalti di GBK untuk Timnas Indonesia Akhirnya SirnaAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Olahraga

Kutukan Kalah Adu Penalti di GBK untuk Timnas Indonesia Akhirnya Sirna

CNN Olahraga 2 menit baca 322 kata
Kutukan Kalah Adu Penalti di GBK untuk Timnas Indonesia Akhirnya Sirna — gambar dari CNN Olahraga
Gambar dari CNN Olahraga. Ringkasan oleh Zona News.

Timnas Indonesia berkali-kali kalah dalam adu penalti pada laga final yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sejak terakhir kali juara SEA Games 1991 di Filipina. Kutukan tersebut akhirnya sirna di FIFA ASEAN Cup 2026.

Sejak Indonesia merebut emas SEA Games 1991, Timnas Indonesia sebenarnya punya kesempatan untuk meraih gelar juara. Bahkan beberapa kesempatannya terjadi saat bertanding di GBK.

Momen itu ada di SEA Games 1997. Saat itu, SEA Games masih untuk timnas senior. Timnas Indonesia lolos ke final SEA Games 1997 dan berhadapan dengan Thailand.

Dalam final tersebut, Thailand unggul lebih dulu lewat Chaichan Kiewsen. Namun Kurniawan Dwi Yulianto kemudian berhasil menyamakan kedudukan.

Skor 1-1 terus bertahan hingga laga akhirnya ditentukan lewat adu penalti. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor 2-4.

Lima tahun berselang, Timnas Indonesia kembali menghadapi Thailand di SUGBK. Kali ini, duel tersebut digelar dalam laga final Piala AFF.

Timnas Indonesia tertinggal dua gol di babak pertama namun bisa menyamakan skor jadi 2-2 lewat gol Yaris Riyadi dan Gendut Doni di babak kedua. Sayangnya, Timnas Indonesia kembali tak berdaya dalam drama adu penalti. Skor 4-2 kembali untuk keunggulan Thailand.

Selain dua kekalahan itu, sebenarnya ada kekalahan lain lewat adu penalti. Momen itu ada pada final SEA Games 2011 yang sudah memberlakukan timnas kelompok umur.

Saat itu Timnas Indonesia kalah 3-4 dari Malaysia dalam drama adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak extra time usai.

Segala kutukan itu akhirnya bisa dihentikan di FIFA ASEAN Cup 2026. Duel Indonesia vs Thailand harus ditentukan lewat adu penalti setelah imbang 2-2 selama 120 menit.

Dalam adu penalti, empat eksekutor Timnas Indonesia yaitu Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Sedangkan tendangan Sarach Yooyen membentur tiang dan tembakan Nattapong Sayriya bisa dibendung Emil Audero.

Kondisi itu membuat Timnas Indonesia akhirnya bisa memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Hal itu juga sekaligus mengakhiri kutukan kalah penalti pada final di SUGBK.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kutukan-kalah-adu-penalti-di-gbk-untuk-timnas-indonesia-akhirnya-sirna-3f0eecad/.

Baca juga

Pio Esposito: Dua Tahun Lalu di Serie B, Kini Andalan Italia

Pio Esposito kini telah menjelma sebagai salah satu striker tertajam milik Italia. Dua tahun lalu, dia padahal cuma bermain di Serie B. Penyerang tengah itu telah mencetak tujuh gol hanya dalam 13 penampilan untuk tim senior Azzurri sejak melakukan debutnya pada September 2025.

Detik Sport

Semua berita Olahraga