Mantan Karyawan Bocorkan Kondisi Perusahaan AI: Budayanya Rusak
Mantan Karyawan Bocorkan Kondisi Perusahaan AI: Budayanya Rusak Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan karyawan OpenAI bidang keamanan sistem yang baru-baru ini mengundurkan diri mengkritik pendekatan perusahaan terhadap mekanisme keamanan AI.
Seorang mantan karyawan itu menyebu budaya serba cepat yang berfokus pada pengembangan pesat di perusahaan AI saat ini meningkatkan risiko kegagalan.
Dalam artikel berjudul "Saya Keluar dari OpenAI Karena Budayanya Rusak," yang diterbitkan oleh Atlantic pada Sabtu, David Robinson mengatakan perusahaan AI, termasuk OpenAI, tidak "cukup berhati-hati" dan seharusnya lebih menekankan pada keahlian dan penelitian keselamatan sebelum mengembangkan sistem yang lebih mumpuni.
"Era coba-coba sudah berakhir," tulis Robinson sebagaimana dilansir Reuters, dikutip Minggu (4/10/2026).
Robinson berpendapat sistem AI canggih membutuhkan pengamanan yang lebih mirip dengan yang digunakan di industri seperti tenaga nuklir dan penerbangan.
Alih-alih memperkuat sistem pengamanan sebelum memperkenalkan produk ke publi, perusahaan AI seperti OpenAI kata dia cenderung sangat bergantung pada apa "penyebaran iteratif," yaitu merilis sistem dan memperkuat pengamanan ketika masalah muncul.
Di tengah kondisi kerja yang dilaporkan Robinson itu, OpenAI dan pesaingnya, Anthropic, sebetulnya telah menghadapi pengawasan ketat oleh otoritas di AS, setelah insiden kontrol keselamatan gagal, atau sistem eksperimental berperilaku di luar dugaan.
Robinson, yang mengatakan telah menghabiskan 3,5 tahun di OpenAI, membantu menyusun kerangka kerja kesiapan perusahaan dan mengawasi laporan keselamatan untuk 12 peluncuran model perintis.
Namun, ia mengklaim: "Saat perusahaan berpacu dari satu peluncuran ke peluncuran berikutnya, perusahaan gagal mencapai tingkat kehati-hatian yang menurut saya dibutuhkan." Merespons pengakuan mantan karyawan itu, OpenAI dalam sebuah pernyataan menegaskan, "Kami memastikan model kami tidak menjadi lebih canggih daripada yang dapat kami kelola dan amankan dengan aman, dan kami menghentikan sementara pelatihan atau menahan model ketika kami perlu memperlambatnya." Robinson memperingatkan kemampuan AI berkembang lebih cepat daripada pemahaman para peneliti tentang keselarasan, sebuah bidang yang berfokus pada memastikan sistem AI bertindak sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai manusia.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mantan-karyawan-bocorkan-kondisi-perusahaan-ai-budayanya-rusak-6528acc1/.
Baca juga
Pelaku Usaha Perlu Pahami Regulasi Negara Tujuan Sebelum Melakukan Ekspor
Pelaku Usaha Perlu Pahami Regulasi Negara Tujuan Sebelum Melakukan Ekspor UMKM perlu memahami regulasi, sertifikasi, pasokan, dan kebutuhan pasar negara tujuan sebelum mengekspor produk pangan.
Ada 2.300 Lowongan Kerja di Subang, Tertarik?
Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 30 perusahaan lokal hingga multinasional membuka 2.300 lowongan kerja bagi tenaga kerja terampil di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Kemenko Hilirisasi Dapat Anggaran dari ESDM, Begini Penjelasan Suahasil
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menjelaskan anggaran operasional Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi bersumber dari anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Potret Antusiasme Fan Timnas Indonesia Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026
FOTO LIFESTYLE Potret Antusiasme Fan Timnas Indonesia Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 Comment SHARE url telah tercopy CNBC Indonesia/Muhammad Sabki, CNBC Indonesia 05 October 2026 22:39 Warga dan pedagang di Petamburan antusias mengikuti nobar final FIFA ASEAN Cup 2026 antara…