Mat Pilates vs Reformer Pilates, Kenali Perbedaannya Sebelum Mulai Olahraga
Liputan6.com, Jakarta - Olahraga pilates kini hadir dalam berbagai pilihan kelas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan. Bagi yang baru ingin mencobanya, pilihan antara latihan di atas matras atau menggunakan mesin reformer mungkin masih membingungkan.
Dikutip dari laman Healthline, Jumat, 2 Oktober 2026, Joseph Pilates, seorang pelatih asal Jerman, mengembangkan metode Pilates pada tahun 1920-an. Awalnya, ia menggunakannya untuk memberikan rehabilitasi kepada para tahanan di kamp-kamp konsentrasi selama Perang Dunia I, dan kemudian untuk membantu melatih para penari di New York.
Secara umum, Mat Pilates dan Reformer Pilates sama-sama mengandalkan gerakan yang terkontrol dengan penekanan pada teknik, pernapasan, dan kekuatan inti tubuh. Namun, keduanya memiliki karakter latihan yang berbeda karena menggunakan perlengkapan dan memberikan bentuk resistensi yang tidak sama.
Melansir KX Pilates, Mat Pilates dilakukan di lantai dengan menggunakan matras dan berat badan sebagai resistensi. Latihan ini terkadang dilengkapi alat bantu kecil seperti resistance band atau cincin Pilates. Karena tidak membutuhkan peralatan khusus selain matras, jenis latihan ini cukup mudah diakses, termasuk bagi pemula yang ingin mempelajari dasar-dasar gerakan Pilates.
Sementara itu, Reformer Pilates menggunakan mesin khusus yang dilengkapi carriage, pegas, tali, dan berbagai alat bantu. Pegas pada reformer memungkinkan tingkat resistensi disesuaikan.
Kedua jenis olahraga pilates tersebut sama-sama dapat membantu meningkatkan kekuatan inti, fleksibilitas, postur, keseimbangan, dan koordinasi. Namun, pengalaman serta tantangan yang diberikan selama latihan bisa berbeda.
Manfaat Tambahan Reformer Pilates Selain memberikan variasi gerakan, Reformer Pilates memiliki sejumlah manfaat tambahan berkat penggunaan mesin dan sistem pegasnya. Alat reformer memberikan tekanan yang konstan pada otot sehingga dapat membantu mengembangkan kekuatan dan daya tahan selama latihan.
Pegas pada reformer juga memungkinkan penambahan resistensi dengan gerakan yang relatif kecil. Karakteristik ini membuatnya dapat digunakan dalam latihan rehabilitasi. Sementara itu, carriage dan tali pada mesin dapat memberikan dukungan saat melakukan gerakan tertentu yang berpotensi memberi tekanan lebih besar pada persendian.
Rangkaian gerakan yang dinamis juga dapat membantu membangun daya tahan kardio. Dengan karakteristik tersebut, Reformer Pilates menjadi latihan yang cukup fleksibel dan dapat disesuaikan untuk berbagai tujuan, mulai dari latihan ringan setelah rehabilitasi hingga pengondisian fisik bagi atlet.
Mat Pilates atau Reformer Pilates, Apa Bedanya?
Penggunaan mesin membuat Reformer Pilates memiliki lebih banyak variasi gerakan dibandingkan Mat Pilates yang dilakukan di atas matras. Sementara itu, Mat Pilates memanfaatkan berat badan sebagai resistensi sehingga tidak membutuhkan peralatan khusus.
Latihan ini juga dapat dilakukan di rumah dengan perlengkapan sederhana, sehingga lebih praktis dan umumnya lebih terjangkau. Meski menggunakan perlengkapan berbeda, Mat Pilates dan Reformer Pilates sama-sama berfokus pada keterlibatan pikiran dan tubuh melalui gerakan, serta pernapasan dengan mengikuti enam prinsip inti Pilates.
Menurut Pilates Foundation, prinsip tersebut meliputi konsentrasi, kontrol, pernapasan, pemusatan, aliran, dan ketepatan. Berfokus pada prinsip-prinsip tersebut dapat membantu membangun kekuatan, keseimbangan, mobilitas, dan kelenturan.
Perbedaan lainnya terletak pada biaya. Kelas Reformer Pilates umumnya membutuhkan pengeluaran lebih besar karena menggunakan peralatan khusus dan dilakukan di studio. Meski berbeda dari segi perlengkapan dan biaya, Mat Pilates dan Reformer Pilates sama-sama dapat dimasukkan ke dalam rutinitas olahraga mingguan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mat-pilates-vs-reformer-pilates-kenali-perbedaannya-sebelum-mulai-13613c49/.
Baca juga
Prabowo Salurkan Rp400 T Hasil Satgas PKH untuk Rumah Rakyat-Sekolah
Prabowo Salurkan Rp400 T Hasil Satgas PKH untuk Rumah Rakyat-Sekolah Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto kembali memastikan, dana hasil penertiban kawasan hutan dan lahan yang berhasil dilakukan oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) untuk…
Dahlia Poland Ungkap Momen Kenalan dengan Rangga Azies yang Kini Jadi Kekasihnya
- Dahlia Poland berpacaran dengan Rangga Azies, bertemu tak sengaja di Bandung. - Hubungan pacaran mereka berjalan tiga bulan, setelah perkenalan lima bulan. - Dahlia kini lebih selektif dan berhati-hati dalam memulai hubungan baru.
Pagi Selalu Sibuk? Begini Cara Bikin Shower Routine Pria Lebih Praktis
Liputan6.com, Jakarta - Rutinitas pagi sering kali berpacu dengan waktu. Bangun tidur, mandi, sarapan, mengecek pekerjaan, lalu berangkat ke kantor atau kampus. Bagi pria dengan mobilitas tinggi, setiap menit sebelum memulai aktivitas bisa terasa berharga.
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SMA Gibran Rakabuming, Gugatan Tak Dapat Diterima
Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan yang menunjukkan Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma dari luar negeri yang dapat dijadikan dasar penyetaraan dengan pendidikan paling rendah tamat sekolah menengah atas (SMA) atau…