Mendagri Ungkap Alasan Prabowo Dorong Program Gentengisasi
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan program Gentengisasi merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong penggunaan genteng pada rumah warga. Program tersebut sekaligus diharapkan dapat menghidupkan sentra produksi genteng dan memberdayakan UMKM lokal.
Tito menyampaikan hal itu saat menghadiri pelepasan 125 truk yang mengangkut 500 ribu genteng bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Plered, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026).
Menurut Tito, program Gentengisasi berawal dari keprihatinan Presiden Prabowo karena masih banyak rumah warga menggunakan atap seng atau asbes.
"Jadi program gentengisasi ini ialah perintah Bapak Prabowo memang. Saya mendampingi beliau waktu itu. Karena prihatin melihat rumah-rumah yang banyak menggunakan atap seng, yang dari sisi keindahan kurang begitu indah kalau seng, dan panas," ujar Tito di Plered, Jumat (2/10/2026).
Tito menjelaskan, genteng tanah liat dipilih karena dinilai lebih sesuai untuk hunian. Menurutnya, material tersebut membuat rumah lebih sejuk dan tidak menimbulkan suara bising ketika hujan seperti atap seng.
"Dia (genteng tanah liat) lebih dingin, karena di tengah-tengahnya itu ada aliran air, aliran udara, aliran udara. Jadi kalau seng, dia enggak ada aliran udara, panas. Yang kedua, kalau seng itu kalau hujan, dia bising suaranya, kalau genteng tanah lihat enggak, dia krik-krik-krik-krik-krik gemericik air," papar Tito.
Selain faktor kenyamanan, Tito menyebut genteng memiliki nilai estetika dan menjadi bagian dari karakter bangunan di Indonesia.
"Di negara-negara lain tuh pakai beton, macam-macam. Nah, di kita ini, genteng ini memang asli dari zaman dulu. Khasnya Indonesia itu adalah genteng tanah liat, betul enggak?" kata Tito.
Cari Genteng Ringan untuk Daerah Rawan Gempa Tito menyebut berdasarkan data yang dimilikinya, sekitar 57 persen rumah di Indonesia menggunakan genteng. Sementara hampir 37 persen menggunakan seng dan sebagian lainnya menggunakan asbes.
"Nah, asbes itu kurang bagus buat kesehatan, mohon maaf kalau untuk produsen asbes, ya, faktanya begitu datanya. Yang berikutnya lagi kurang dari 1 persen yang gunakan bahan alami seperti papan, atap sirap dari bambu. Kurang dari 1 persennya lagi menggunakan atap yang lain dari daun-daunan, dari ijuk, dari pelepah misalnya, dari jerami," ucapnya.
Menurut Tito, genteng yang digunakan masyarakat memiliki beragam material, mulai dari tanah liat, baja, hingga beton. Namun, ia menilai genteng tanah liat memiliki sejumlah keunggulan karena relatif sejuk dan murah.
"Nah, tapi yang bagus adalah memang genteng dari tanah lihat. Dingin, kemudian relatif murah, ya, dan asli Indonesia," ucapnya.
Meski demikian, Tito mengakui tidak semua wilayah cocok menggunakan genteng tanah liat, terutama daerah yang rawan gempa. Karena itu, pemerintah tengah mencari alternatif material genteng yang lebih ringan.
"Saya muter daerah-daerah rawan gempa mereka pilihnya yang ringan. Makanya mereka pilih seng. Tapi sebetulnya enggak indah. Bapak Presiden sedang mengupayakan untuk mencari bahan genteng tapi dari bahan yang ringan, ya, misalnya dari serabut kelapa yang dijadikan genteng. Itu salah satu solusi, sedang dikerjakan," tutur Tito.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/mendagri-ungkap-alasan-prabowo-dorong-program-gentengisasi-27638f1b/.
Baca juga
Masuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas Prabowo
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto akan menjadi fokus utama kerjanya setelah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
Asal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnya
Jakarta (ANTARA) - Hampir setiap orang pernah membuat tanda tangan. Saat membuka rekening, mengurus dokumen, menerima paket, menandatangani surat, hingga mengurus berbagai keperluan administrasi, coretan kecil yang satu ini bisa tiba-tiba menjadi sangat penting.
PB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasional
Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menjajaki pembentukan federasi pencak silat di Hong Kong untuk memperluas basis pengembangan olahraga bela diri tersebut di tingkat internasional.
Saat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi Kapolri
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto kini menduduki kursi di pucuk tertinggi Polri. Momen Suyudi mencapai puncak kariernya sebagai polisi disaksikan oleh ibunya.