Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Oli Mesin Berubah Putih Susu, Ini Risiko yang Mengintai MesinPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Olahraga

Oli Mesin Berubah Putih Susu, Ini Risiko yang Mengintai Mesin

Liputan6 Otomotif 4 menit baca 792 kata
Oli Mesin Berubah Putih Susu, Ini Risiko yang Mengintai Mesin — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi oli mesin menjadi salah satu indikator yang dapat digunakan pemilik mobil untuk memantau kesehatan dapur pacu kendaraan. Selain memperhatikan volume oli, perubahan warna pelumas juga patut diperhatikan, terutama jika oli berubah menjadi keruh seperti putih susu.

Perubahan warna tersebut bukan sekadar tanda oli sudah lama digunakan. Dalam kondisi tertentu, oli mesin berwarna putih susu dapat menunjukkan adanya kontaminasi air atau cairan pendingin (coolant) yang masuk ke sistem pelumasan.

Dilansir dari laman Daihatsu, Jumat (2/10/2026), oli mesin pada dasarnya tidak boleh bercampur dengan air maupun cairan lain. Ketika air masuk dan bercampur dengan oli, terbentuk emulsi yang membuat pelumas terlihat keruh atau seperti susu.

Ada sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan air masuk ke dalam oli mesin. Salah satunya adalah kendaraan yang baru saja melewati genangan atau banjir.

Air yang masuk melalui bagian bawah mesin dapat mencemari oli di dalam oil pan. Karena itu, mobil yang baru saja menerjang genangan cukup tinggi disarankan untuk segera diperiksa, terutama jika terdapat perubahan warna pada oli.

Selain air banjir, kontaminasi juga bisa berasal dari sistem pendingin mesin. Kebocoran pada sejumlah komponen dapat membuat coolant masuk dan bercampur dengan oli.

Beberapa sumber masalah di antaranya kebocoran oil cooler, korosi pada blok mesin atau head, cylinder head yang mengalami perubahan bentuk, hingga kerusakan cylinder head gasket.

Kerusakan cylinder head gasket juga dapat ditandai dengan oli yang berubah menjadi seperti susu. Kondisi tersebut biasanya perlu diperiksa lebih lanjut karena dapat berkaitan dengan kebocoran antara jalur oli dan sistem pendingin.

Oli mesin memiliki fungsi utama untuk melumasi berbagai komponen yang bergerak dan mengalami gesekan. Ketika tercampur air atau coolant, kemampuan pelumasannya dapat menurun.

Akibatnya, perlindungan terhadap komponen mesin tidak lagi optimal. Gesekan antarbagian logam dapat meningkat dan dalam jangka tertentu berpotensi mempercepat keausan.

Jika kondisi tersebut dibiarkan, komponen vital seperti bearing, piston, hingga crankshaft dapat terdampak. Pada kondisi yang lebih parah, mesin berpotensi mengalami kerusakan serius hingga kendaraan mogok.

Daihatsu juga menyebut oli yang berubah menjadi putih merupakan tanda bahwa pelumas sudah tidak dapat menjalankan fungsi normalnya dan perlu segera diperiksa.

Karena itu, pemilik mobil sebaiknya tidak memaksakan kendaraan terus digunakan ketika menemukan oli berubah keruh seperti susu, terlebih setelah kendaraan melewati banjir atau mengalami masalah pada sistem pendingin.

Perubahan Warna Oli Selain putih susu, perubahan warna oli juga dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan usia pakai pelumas.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/oli-mesin-berubah-putih-susu-ini-risiko-yang-mengintai-mesin-6c094a45/.

Baca juga

Semua berita Olahraga