Pakar Akui Bahan Baku Bioetanol Terbatas tidak Seperti Biodiesel
Rencana pemerintah untuk meningkatkan porsi bioetanol pada bahan bakar minyak (BBM) hingga E10 maupun E20 dihadapkan sejumlah tantangan berat.
Berbeda dengan pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit yang pasokan bahan bakunya relatif aman, ketersediaan bahan baku bioetanol di dalam negeri saat ini masih sangat terbatas.
Secara teknis, produksi bioetanol di Indonesia memanfaatkan komoditas lokal seperti tebu, singkong, jagung, hingga beberapa jenis tanaman pendukung lainnya. Rantai pasok bahan baku bioetanol saat ini belum "setangguh" biodiesel.
"Bioetanol kan perlu bahan baku ya. Nah, di Indonesia bahan bakunya tuh belum tersedia banyak seperti untuk biodiesel," kata Iman Kartolaksono Reksowardojo Guru Besar Universitas Pertamina di Evolution Forum, Powering Indonesia Future: Green Cars, Blue Skies, Rabu (30/9).
Ia menjelaskan bahwa penyediaan bahan baku bioetanol bukanlah perkara instan. Pengembangan komoditas pertanian atau perkebunan skala besar membutuhkan proses panjang, mulai dari penyiapan lahan hingga masa panen.
"Dan itu enggak mudah karena bahan bakunya itu harus menyediakan lahan yang besar, kemudian ditanam, kemudian dibesarkan kemudian bisa dipanen. Itu butuh waktu paling enggak 5 sampai 10 tahun gitu ya. Nah, jadi kalau sekarang mau diramaikan E10, E20. Jadi kalau mau betul jalan itu ya apa boleh buat gitu kita harus impor gitu, enggak seperti untuk biodiesel begitu kan," jelasnya.
Menurutnya ketersediaan pasokan dalam negeri menjadi ujian utama dari keberlanjutan program bioetanol. Bahkan untuk tingkat bauran rendah sekalipun, kemampuan produksi domestik dinilai belum mencukupi kebutuhan secara nasional.
"Tantangannya ya bahan bakunya tersedia enggak gitu. Kalau untuk 5 persen itu tidak mandatori 5 persen seluruh Indonesia itu tidak terpenuhi gitu. Jadi kalau pemerintah bilang kita mau masuk E20, mungkin bisa jawab sendiri tuh bahan bakunya dari mana gitu. Kalau bahan bakunya impor, apakah impornya lebih murah dibandingkan impor bensin," tutur Iman.
Dari sisi kesiapan teknologi kendaraan pendukung, Iman optimistis industri otomotif lokal sebenarnya sudah relatif siap mengadopsi bahan bakar ramah lingkungan tersebut.
"Jadi itu jawabannya mungkin kurang memuaskan, tapi kalau dari segi engine atau mobilnya sebetulnya sudah bisa E10," ucapnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap skema pembiayaan pengembangan industri bioetanol nasional yang akan melibatkan badan usaha milik negara (BUMN), swasta, hingga masyarakat.
Pemerintah akan berperan dalam memastikan ketersediaan serta kepastian lahan dan legalitas kawasan. Di sisi lain, masyarakat didorong menjadi bagian dari ekosistem usaha agar pengembangan bioetanol dapat dirasakan secara luas.
Hal tersebut disampaikan Amran usai Rapat Program Khusus Pengembangan Bioetanol bersama 44 bupati dari berbagai provinsi di Indonesia di Jakarta, Senin (21/9).
Program ini, katanya, merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kemandirian energi nasional melalui pengembangan biofuel berbasis komoditas pertanian.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pakar-akui-bahan-baku-bioetanol-terbatas-tidak-seperti-biodiesel-2b7504f8/.
Baca juga
Malunya Singapura Diganyang Malaysia 6-0
Timnas Singapura diganyang Malaysia 6 gol tanpa balas di FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih The Lions Gavin Lee merasa malu dengan hasil tersebut.
Tim Bulutangkis RI Bawa Momen Positif Asia Games di Kejuaraan Dunia Junior
Tim bulutangkis Indonesia terbang ke Mesir guna mengikuti Kejuaraan Dunia Junior 2026. Mereka pergi dengan membawa momen positif dari seniornya di Asian Games Aichi-Nagoya.
Malaysia Ajukan Protes Resmi ke FIFA Terkait Perubahan Waktu Tambahan Timnas Indonesia vs Bangladesh
Liputan6.com, Jakarta - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) telah secara resmi mengajukan protes kepada FIFA menyusul insiden perubahan durasi waktu tambahan secara mendadak dalam pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia dan Bangladesh.
Jadwal Final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia Vs Thailand, Digelar Kapan?
Final FIFA ASEAN Cup 2026 akan mempertemukan Indonesia vs Thailand. Digelar kapan? Berikut jadwal pertandingannya. FIFA ASEAN Cup 2026 baru merampungkan pertandingan Grup A. Rangkaian pertandingan ditutup pada Kamis (1/10/2026).