Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Pengentasan Kemiskinan Tak Cukup dengan Bantuan, Perlu Pemberdayaan dan Kesempatan EkonomiVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Pengentasan Kemiskinan Tak Cukup dengan Bantuan, Perlu Pemberdayaan dan Kesempatan Ekonomi

Tribun 2 menit baca 386 kata
Pengentasan Kemiskinan Tak Cukup dengan Bantuan, Perlu Pemberdayaan dan Kesempatan Ekonomi — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Pengentasan Kemiskinan Tak Cukup dengan Bantuan, Perlu Pemberdayaan dan Kesempatan Ekonomi Upaya pengentasan kemiskinan dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang semata-mata mengandalkan bantuan menuju pemberdayaan masyarakat Ringkasan Berita:

- Pengentasan kemiskinan perlu bergeser dari bantuan menuju pemberdayaan melalui lapangan kerja dan perluasan kesempatan ekonomi.

- Perguruan tinggi dinilai berperan melalui riset, inovasi, pengembangan kapasitas, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

- Pemberdayaan perlu berjalan bersama jaminan sosial untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan masyarakat menghadapi risiko ekonomi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya pengentasan kemiskinan dinilai perlu bergeser dari pendekatan yang semata-mata mengandalkan bantuan menuju pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan perluasan kesempatan ekonomi.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) Andie Megantara mengatakan, perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis dalam perubahan pendekatan tersebut.

Hal itu disampaikan Andie dalam talkshow bertajuk 'Membangun Potensi dan Kemandirian: Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat' yang digelar Kemenko PM bersama Universitas Negeri Malang (UM), Jawa Timur.

"Penanganan kemiskinan perlu bertransformasi dari pendekatan yang semata-mata berorientasi pada bantuan menuju upaya yang menciptakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan ekonomi. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas masyarakat," ujar Andie dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Andie, perguruan tinggi memiliki sumber daya pengetahuan dan riset yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui riset terapan, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Dengan pendekatan itu, program pemberdayaan diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi dapat membantu masyarakat mengembangkan potensi dan meningkatkan kapasitas ekonomi secara berkelanjutan.

Pembangunan Manusia Rektor UM Prof. Dr. Hariyono M.Pd. juga menekankan pentingnya pembangunan manusia dalam upaya menciptakan masyarakat yang mandiri.

ebak memprioritaskan raga atau urusan fisik belakangan. Padahal, hidup bukan sekadar untuk makan, melainkan makan untuk hidup. Pemberdayaan sejati harus menyasar akal budi, mentalitas, dan karakter masyarakat," ujar Hariyono.

Dalam sesi talkshow, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PM sekaligus Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Dyah Trikumolosari mengatakan, pemberdayaan masyarakat perlu disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/pengentasan-kemiskinan-tak-cukup-dengan-bantuan-perlu-pemberdayaan-c116168c/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi