Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026727 berita

Penjualan Kendaraan Listrik Melesat, VKTR Kantongi Pendapatan Rp 648 MIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Ekonomi

Penjualan Kendaraan Listrik Melesat, VKTR Kantongi Pendapatan Rp 648 M

Detik 3 menit baca 595 kata
Penjualan Kendaraan Listrik Melesat, VKTR Kantongi Pendapatan Rp 648 M — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 648 miliar atau tumbuh 56% year on year (yoy). Kenaikan penjualan seiring dengan meningkatnya bisnis kendaraan listrik komersial.

Sementara itu, segmen manufaktur suku cadang turut memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, didorong oleh berlanjutnya pemulihan industri otomotif nasional sepanjang tahun ini. Peningkatan pendapatan turut mendorong perbaikan profitabilitas, dengan laba usaha tercatat sebesar Rp 15 miliar atau tumbuh 1.782% yoy, sementara laba bersih mencapai Rp 10 miliar, meningkat 25% yoy.

Dari sisi neraca, total aset VKTR hingga akhir Juni 2026 sebesar Rp 1,8 triliun dengan liabilitas sebesar Rp 561 miliar dan ekuitas sebesar Rp 1,2 triliun. Kondisi tersebut menjadi basis bagi VKTR untuk melanjutkan pengembangan bisnis dan memperkuat kapasitas dalam menangkap peluang pertumbuhan kendaraan listrik komersial di Indonesia.

"Pertumbuhan positif ini menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap kendaraan listrik komersial semakin berkembang dan mulai hadir dalam berbagai kebutuhan operasional, mulai dari transportasi publik, logistik, perkebunan, hingga sektor industri dan pertambangan. Bagi kami, ini bukan hanya tentang pertumbuhan penjualan, tetapi juga menunjukkan bahwa pasar kendaraan listrik komersial di Indonesia terus berkembang menuju tahap yang lebih matang," kata Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, A. Ardiansyah Bakrie dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).

VKTR melihat bahwa tantangan elektrifikasi ke depan tidak lagi semata-mata pada ketersediaan kendaraan, tetapi juga bagaimana membuat adopsi kendaraan listrik dapat dilakukan secara lebih mudah, fleksibel, dan scalable oleh operator maupun pelaku usaha. Selain memperkuat portofolio dan kapasitas kendaraan listrik komersial, VKTR mulai mengembangkan Electric Mobility-as-a-Service (e-MaaS) sebagai bagian dari strategi untuk menjadi enabler dalam percepatan adopsi kendaraan listrik.

Dengan mengalihkan struktur pengeluaran dari belanja modal (CAPEX) menjadi belanja operasional (operational expenditure/OPEX), model ini memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih besar, mengurangi eksposur terhadap risiko pendanaan, serta memungkinkan perencanaan anggaran yang lebih terukur dan dapat diprediksi. Selain itu, pendekatan e-MaaS menghilangkan hambatan investasi awal yang sering menjadi kendala dalam percepatan adopsi kendaraan listrik, sehingga pengguna dapat memperluas skala operasional armada secara lebih cepat tanpa harus melalui proses pengadaan aset dan penyusunan skema pembiayaan yang kompleks.

Lebih lanjut, model e-MaaS memungkinkan pembaruan dan optimalisasi armada secara berkala sesuai perkembangan teknologi kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan demikian, pengguna dapat terus memperoleh manfaat dari peningkatan kinerja, efisiensi operasional, serta standar keselamatan kendaraan yang semakin baik, tanpa harus menanggung risiko penurunan nilai aset maupun biaya penggantian teknologi di masa mendatang.

Melalui inovasi skema e-MaaS, calon konsumen dapat mengurangi kebutuhan belanja modal untuk pembelian kendaraan di awal, termasuk mengurangi kebutuhan pendanaan jangka panjang. Skema e-MaaS menawarkan calon konsumen suatu pendekatan yang tidak hanya berkelanjutan secara keuangan namun juga biaya operasional yang lebih efisien melalui pembayaran biaya sewa secara bulanan dibandingkan tekanan kebutuhan belanja modal yang besar di awal. Dengan kemudahan tersebut bagi calon konsumen, dan dengan jasa penyewaan beragam kendaraan listrik komersial yang diproduksi oleh VKTR, skema e-MaaS juga akan membantu VKTR memperluas penetrasi pasar dan mempercepat distribusi kendaraan listrik komersial ke berbagai segmen industri.

Bagi VKTR, percepatan elektrifikasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan kendaraan, tetapi juga pada kesiapan solusi dan ekosistem yang memungkinkan kendaraan tersebut diadopsi secara komersial.

"Karena itu, pengembangan e-MaaS menjadi bagian dari strategi VKTR untuk berperan tidak hanya sebagai penyedia kendaraan listrik komersial, tetapi juga sebagai enabler yang membantu pelanggan mengadopsi dan mengoperasikan kendaraan listrik secara lebih efisien," tutup Ardi.

VKTR akan terus memperkuat kapasitas dan portofolio kendaraan listrik komersial sekaligus mengembangkan solusi pendukung yang dapat mempercepat adopsi di berbagai sektor. VKTR optimistis kombinasi antara pertumbuhan pasar, kapabilitas manufaktur lokal, dan model bisnis yang semakin terintegrasi akan membuka ruang pertumbuhan baru bagi kendaraan listrik komersial di Indonesia.

Lihat juga Video 'Dulunya 'LCGC', Nissan PIXO Kini Jadi Mobil Listrik':

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/penjualan-kendaraan-listrik-melesat-vktr-kantongi-pendapatan-rp-648-m-ca3fa04e/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi