Ribuan Siswa SMA Prancis Demo 'Segel' Sekolah, Apa Tuntutannya?
Demonstrasi besar-besaran ribuan pelajar di setidaknya 1.200 sekolah telah mengguncang Prancis dalam sepekan terakhir.
Para pelajar keluar jalanan dan memblokade pintu masuk sekolah hingga bentrok antara aparat keamanan tak terhindarkan di beberapa kota hingga polisi merespons demonstrasi dengan menembakkan gas air mata.
Pemerintah mengatakan bahwa meskipun keluhan yang disampaikan para pelajar mungkin beralasan, kekerasan tidak dapat dibenarkan. Pemerintah juga menuduh kelompok kiri garis keras menunggangi demonstrasi pelajar di seluruh negeri tersebut.
Sementara itu, polisi juga dikecam lantaran dinilai menggunakan kekuatan secara berlebihan terhadap para demonstran yang secara hukum masih tergolong anak-anak yang berusia sekitar 14-18 tahun.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap selama demonstrasi berlangsung sejak Senin. Sementara itu Menteri Pendidikan Prancis Édouard Geffray mengatakan sekitar 735 lembaga pendidikan terdampak demonstrasi.
Serikat pelajar bahkan mengatakan aksi besar-besaran lanjutan akan berlangsung pada Selasa (6/10) mendatang.
Apa tuntutan para demonstran?
Protes yang berpusat pada pelajar di sekolah lycee (setara Sekolah Menengah Atas) tersebut dipicu oleh kemarahan atas berbagai persoalan yang terjadi pada SMA di Prancis.
Salah satu keluhan utama para demonstran adalah kekurangan guru dan tenaga pendukung di sekolah-sekolah di seluruh negeri.
Kementerian Pendidikan menemukan bahwa selama tahun ajaran 2024-2025, hampir 10% jam pelajaran di sekolah menengah negeri tidak terlaksana.
Dikutip TIME, zekitar 7,5% dari jam pelajaran yang hilang tersebut disebabkan oleh kegagalan menemukan guru pengganti.
"Sekolah kami saat ini lumpuh karena kekurangan sumber daya dan guru, serta kurangnya meja," kata seorang siswa kepada AFP.
"Kami tidak memiliki perawat maupun pengawas, dan yang mereka lakukan untuk kami hanya mengambil ponsel kami." Keluhan mengenai kurangnya sumber daya dan pendanaan, serta buruknya infrastruktur sekolah, juga mencuat dalam aksi protes para pelajar ini.
"Kami satu kelas berisi 35 orang, dan kami tidak memiliki cukup kursi di ruang kelas," kata seorang siswa berusia 15 tahun yang ikut demo kepada Reuters di Pantin, pinggiran Paris.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ribuan-siswa-sma-prancis-demo-segel-sekolah-apa-tuntutannya-2cca1281/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.