Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Ribuan Siswa SMA Prancis Demo 'Segel' Sekolah, Apa Tuntutannya?VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Ribuan Siswa SMA Prancis Demo 'Segel' Sekolah, Apa Tuntutannya?

CNN Internasional 3 menit baca 516 kata
Ribuan Siswa SMA Prancis Demo 'Segel' Sekolah, Apa Tuntutannya? — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Demonstrasi besar-besaran ribuan pelajar di setidaknya 1.200 sekolah telah mengguncang Prancis dalam sepekan terakhir.

Para pelajar keluar jalanan dan memblokade pintu masuk sekolah hingga bentrok antara aparat keamanan tak terhindarkan di beberapa kota hingga polisi merespons demonstrasi dengan menembakkan gas air mata.

Pemerintah mengatakan bahwa meskipun keluhan yang disampaikan para pelajar mungkin beralasan, kekerasan tidak dapat dibenarkan. Pemerintah juga menuduh kelompok kiri garis keras menunggangi demonstrasi pelajar di seluruh negeri tersebut.

Sementara itu, polisi juga dikecam lantaran dinilai menggunakan kekuatan secara berlebihan terhadap para demonstran yang secara hukum masih tergolong anak-anak yang berusia sekitar 14-18 tahun.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, lebih dari 5.000 orang telah ditangkap selama demonstrasi berlangsung sejak Senin. Sementara itu Menteri Pendidikan Prancis Édouard Geffray mengatakan sekitar 735 lembaga pendidikan terdampak demonstrasi.

Serikat pelajar bahkan mengatakan aksi besar-besaran lanjutan akan berlangsung pada Selasa (6/10) mendatang.

Apa tuntutan para demonstran?

Protes yang berpusat pada pelajar di sekolah lycee (setara Sekolah Menengah Atas) tersebut dipicu oleh kemarahan atas berbagai persoalan yang terjadi pada SMA di Prancis.

Salah satu keluhan utama para demonstran adalah kekurangan guru dan tenaga pendukung di sekolah-sekolah di seluruh negeri.

Kementerian Pendidikan menemukan bahwa selama tahun ajaran 2024-2025, hampir 10% jam pelajaran di sekolah menengah negeri tidak terlaksana.

Dikutip TIME, zekitar 7,5% dari jam pelajaran yang hilang tersebut disebabkan oleh kegagalan menemukan guru pengganti.

"Sekolah kami saat ini lumpuh karena kekurangan sumber daya dan guru, serta kurangnya meja," kata seorang siswa kepada AFP.

"Kami tidak memiliki perawat maupun pengawas, dan yang mereka lakukan untuk kami hanya mengambil ponsel kami." Keluhan mengenai kurangnya sumber daya dan pendanaan, serta buruknya infrastruktur sekolah, juga mencuat dalam aksi protes para pelajar ini.

"Kami satu kelas berisi 35 orang, dan kami tidak memiliki cukup kursi di ruang kelas," kata seorang siswa berusia 15 tahun yang ikut demo kepada Reuters di Pantin, pinggiran Paris.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ribuan-siswa-sma-prancis-demo-segel-sekolah-apa-tuntutannya-2cca1281/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle