Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Serial Tante Sonya, Dinamika Jatuh Cinta setelah Usia 35 TahunThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Nasional

Serial Tante Sonya, Dinamika Jatuh Cinta setelah Usia 35 Tahun

CNN Indonesia 2 menit baca 400 kata
Serial Tante Sonya, Dinamika Jatuh Cinta setelah Usia 35 Tahun — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Tante Sonya merupakan serial dengan potret nyata mengenai dinamika serta kompleksitas jatuh cinta pada usia matang di atas 35 tahun.

Lewat perjalanan karakter utamanya, serial tersebut menyoroti keputusan membangun hubungan romantis bagi perempuan dewasa melibatkan pertimbangan yang tak lagi sederhana.

Serial Tante Sonya berfokus pada sosok Sonya (Raihaanun), perempuan karier berusia 42 tahun yang kembali ke Indonesia demi memimpin perusahaan keluarganya, Dermawan Group, yang berada di ambang kebangkrutan.

Pernah mengalami pengkhianatan menyakitkan menjelang hari pernikahannya, Sonya memilih membatasi diri dari hubungan asmara dan mencurahkan seluruh perhatiannya pada pekerjaan.

Pertahanannya mulai tergoyahkan sewaktu ia kembali dipertemukan dengan Ben (Maxime Bouttier), pria yang berusia 14 tahun lebih muda yang pernah ia bantu melewati masa sulit delapan tahun silam.

Perbedaan usia yang membentang serta luka dari masa lalu memicu keraguan mendalam bagi Sonya.

Hubungan ini diuji tidak hanya oleh rasa takut untuk kembali percaya, melainkan juga oleh penilaian lingkungan sekitar yang kerap menerapkan standar ganda terhadap perempuan matang dengan pasangan lebih muda.

Dalam dinamika tersebut, Ben berupaya membuktikan ketulusan perasaannya, sementara Sonya perlahan belajar berdamai dengan ketakutan pribadi demi memberikan ruang bagi keberanian baru.

Surya Ardy Octaviand selaku sutradara WeTV Original Tante Sonya mengungkapkan pergolakan batin yang dialami karakter utama tidak sekadar berpusat pada perihal asmara semata, melainkan juga keberanian mengambil risiko emosional.

"Sonya tahu dirinya punya perasaan kepada Ben, tetapi menerima perasaan itu tidak mudah. Ia pernah dikhianati dan kini berhadapan dengan laki-laki yang usianya 14 tahun lebih muda," tutur Surya.

"Jadi, konflik Sonya bukan soal cinta saja. Ia juga mempertanyakan apakah hubungan ini aman untuk dijalani dan apakah dirinya siap mengambil risiko sekali lagi," ujarnya.

Di samping menyajikan intrik romansa beda usia, serial itu disebut berupaya mengisi ruang bagi cerita cinta perempuan dewasa yang masih terbilang langka di industri hiburan Indonesia.

Country Head WeTV Indonesia, Febriamy Hutapea, menilai narasi romansa perempuan usia 40-an kerap disederhanakan hanya sebatas patokan umur atau tuntutan pernikahan.

"Cerita cinta perempuan usia 40an masih jarang diceritakan dari sudut pandang perempuannya sendiri. Pembahasannya sering langsung tertuju pada status pernikahan atau usia pasangan," kata Febriamy.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/serial-tante-sonya-dinamika-jatuh-cinta-setelah-usia-35-tahun-ca006813/.

Baca juga

Semua berita Nasional