Sering Menyesal Setelah Curhat? Kenali Istilah Vulnerability Hangover
Liputan6.com, Jakarta - Pernah selesai curhat kepada seseorang, lalu beberapa menit kemudian justru merasa menyesal? Pikiran seperti 'Kenapa tadi aku cerita sebanyak itu?' atau 'Jangan-jangan dia jadi menilai aku?' bisa terus berputar di kepala. Rasa malu, cemas, dan tidak nyaman setelah terlalu terbuka kepada orang lain ternyata memiliki istilah vulnerability hangover.
Kondisi ini muncul ketika seseorang merasa rentan setelah mengungkapkan sisi personal atau mendalam tentang dirinya. Perasaan tersebut tidak selalu berarti seseorang benar-benar telah mengatakan sesuatu yang salah. Bisa jadi, tubuh dan pikiran sedang merespons situasi yang dianggap rentan.
Ketika Keterbukaan Justru Memicu Kecemasan Vulnerability hangover dapat muncul setelah seseorang membagikan cerita pribadi, mengungkapkan perasaan, atau mengakui bahwa dirinya sedang membutuhkan dukungan.
Pikiran seperti “Apakah aku terlalu banyak bercerita?” atau “Bagaimana kalau dia menilai aku?” kemudian muncul setelah percakapan berakhir.
Kecemasan juga bisa semakin kuat karena seseorang tidak dapat mengendalikan respons lawan bicaranya. Ketidakpastian tentang bagaimana cerita tersebut diterima dapat membuat pikiran terus mengulang percakapan yang baru saja terjadi.
Keterbukaan juga dapat terasa bertentangan dengan gambaran seseorang terhadap dirinya sendiri.
Orang yang selama ini menganggap dirinya kuat, tenang, atau mandiri, misalnya, mungkin merasa tidak nyaman ketika menunjukkan kesedihan atau mengakui bahwa dirinya membutuhkan bantuan.
Otak Bisa Menganggap Kerentanan sebagai Ancaman Rasa tidak nyaman setelah terbuka bukan hanya berkaitan dengan pikiran. Sistem pendeteksi ancaman di otak yang melibatkan amigdala juga dapat aktif ketika seseorang menghadapi situasi sosial yang membuatnya merasa rentan.
Penelitian menunjukkan bahwa pada orang dengan tingkat kecemasan sosial lebih tinggi, amigdala dapat tetap aktif lebih lama ketika menghadapi situasi sosial dibandingkan mereka yang memiliki tingkat kecemasan lebih rendah, mengutip ScienceInsights, Senin (5/10/2026).
Itulah sebabnya rasa takut atau tidak nyaman setelah mengungkapkan perasaan dapat tetap muncul meski sebenarnya tidak terjadi sesuatu yang buruk. Sistem alarm tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali tenang.
Mengapa Ada Orang yang Sulit Terbuka?
Kebiasaan merasa tidak aman ketika menunjukkan emosi dapat berkaitan dengan pengalaman masa kanak-kanak.
Salah satunya adalah childhood emotional invalidation, yaitu pengalaman ketika emosi anak kerap diremehkan, diabaikan, atau dianggap berlebihan.
Anak yang sering diminta berhenti menangis, disebut terlalu sensitif, atau tumbuh dalam keluarga yang jarang membicarakan masalah secara terbuka dapat belajar bahwa menunjukkan emosi bukan sesuatu yang aman.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/sering-menyesal-setelah-curhat-kenali-istilah-vulnerability-hangover-a15a87bf/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.