Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Wajah Terasa Kesat Usai Cuci Muka, Bukan Berarti Sudah BersihVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Wajah Terasa Kesat Usai Cuci Muka, Bukan Berarti Sudah Bersih

Liputan6 Kesehatan 1 menit baca 233 kata
Wajah Terasa Kesat Usai Cuci Muka, Bukan Berarti Sudah Bersih — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika, Hafiza Fathan, mengatakan timbulnya rasa kesat seperti tertarik setelah membersihkan wajah bukan tanda kulit sudah benar bersih.

“Sebenarnya, kesat atau rasa bersih itu sebenarnya bukan parameter yang tepat untuk kebersihan kita cleansing," kata Hafiza.

Kulit kesat yang didapatkan dengan menggosok kulit wajah justru dapat memicu masalah pada kulit jika dilakukan berulang. Kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi kulit karena gesekan merupakan bentuk berbagai macam tekanan di luar kulit yang dapat menyebabkan iritasi. Maka proses membersihkan wajah perlu dilakukan secara efektif tanpa turut menghilangkan bagian kulit yang sehat.

“(Membersihkan kulit) Efektif itu kita harus remove what needs to be removed. Jangan sampai kita me-remove juga kulit yang sehat,” ujar Hafiza mengutip Antara.

Kulit merupakan jaringan hidup yang terus mengalami perbaikan dan regenerasi. Kulit yang rusak akan digantikan dengan jaringan baru, sementara lapisan kulit yang terbentuk akan terus bergerak hingga mencapai permukaan dan terlepas.

Proses tersebut membuat kebersihan kulit tetap perlu diperhatikan karena kotoran yang menempel di permukaan dapat menjadi beban bagi kulit. Namun, pembersihan tetap perlu dilakukan dengan cara yang tidak memberikan beban tambahan berupa gesekan berulang.

Penggunaan produk pembersih juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Jika seseorang menggunakan riasan atau tabir surya yang tahan air, misalnya, formula pembersih yang digunakan perlu mampu membersihkan produk tersebut.

“Kalau memang kita suka pakai make-up atau sunscreen yang waterproof, berarti kita harus cari formula yang bisa menangani waterproof,” katanya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/wajah-terasa-kesat-usai-cuci-muka-bukan-berarti-sudah-bersih-13cdba59/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle