Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar EksporIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
Economy

Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor

Detik 2 min read 435 kata
Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor — gambar dari Detik Finance
Image from Detik Finance. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Pemerintah Indonesia terus memperkuat ketahanan ekonomi domestik demi menekan dampak ketidakpastian pasar global. Peningkatan daya saing industri pengolahan kini menjadi salah satu penopang utama bagi stabilitas roda perekonomian nasional.

Sektor industri manufaktur ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 18,50 persen dengan pertumbuhan mencapai 4,52 persen. Subsektor industri furnitur bahkan menorehkan prestasi gemilang dengan lonjakan pertumbuhan yang kuat hingga 11,82 persen. Momentum positif ini harus terus dimanfaatkan secara maksimal untuk menggenjot performa ekspor nasional.

Oleh karena itu, perluasan akses pasar dan pembangunan kemitraan langsung dengan pembeli internasional sangat dibutuhkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara khusus menyoroti urgensi strategi tersebut saat menghadiri pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA)+ 2026 secara virtual. Promosi dagang berskala internasional ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat posisi produk lokal.

"Penyelenggaraan IFFINA+ hari ini menjadi penting sebagai salah satu bentuk sarana memitigasi risiko dengan jalan memperluas pasar, membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional, serta mengurangi ketergantungan ekspor pada pasar-pasar tertentu," tutur Airlangga pada keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2026).

Langkah proaktif ini dipastikan akan membuka gerbang peluang baru bagi para pelaku usaha Tanah Air.

Indonesia memiliki potensi raksasa untuk merajai pasar furnitur dunia melalui penguatan kualitas, desain, dan keberlanjutan produk. Kinerja positif ini tercermin dari neraca perdagangan furnitur nasional yang terus mencatatkan surplus meyakinkan sejak 2021. Nilai ekspor pada 2025 sukses menembus angka USD2.390,68 juta dengan pasar Amerika Serikat sebagai penyerap utamanya.

Tren permintaan pasar dunia kini perlahan bergeser ke arah produk fungsional berbahan ramah lingkungan. Ketersediaan bahan baku melimpah seperti kayu dan rotan lokal menjadi nilai tambah luar biasa bagi industri dalam negeri. Airlangga menyebutkan struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan tingkat serapan tenaga kerja sangat tinggi.

"Struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM), hampir 99,79 persen dari total 4,45 juta unit usaha industri. Dengan skala ini, industri tentu masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, serta terkait produktivitas yang masih dapat ditingkatkan," jelas Airlangga.

Pelaku usaha dituntut semakin lincah menyesuaikan diri dengan standar regulasi serta selera negara tujuan.

Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan beragam dukungan fiskal termasuk pemberian insentif pajak bagi pekerja di sektor terkait. Akses pembiayaan lewat Kredit Industri Padat Karya dan program restrukturisasi mesin turut digulirkan demi meningkatkan produktivitas. Kebijakan standardisasi kelestarian kayu juga terus diperketat agar daya saing produk IKM semakin meroket di kancah global.

Menutup arahannya, Airlangga sangat mengapresiasi Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) atas kelancaran pergelaran IFFINA+ 2026. Ia mengundang seluruh importir dan investor global untuk segera menjajaki kemitraan strategis dengan para pelaku industri andalan Nusantara. Ajang bergengsi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/airlangga-dorong-industri-furnitur-indonesia-perkuat-pasar-ekspor-008d9d8b/.

Related

Semua berita Ekonomi