Airlangga Dorong Industri Furnitur Indonesia Perkuat Pasar Ekspor
Pemerintah Indonesia terus memperkuat ketahanan ekonomi domestik demi menekan dampak ketidakpastian pasar global. Peningkatan daya saing industri pengolahan kini menjadi salah satu penopang utama bagi stabilitas roda perekonomian nasional.
Sektor industri manufaktur ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 18,50 persen dengan pertumbuhan mencapai 4,52 persen. Subsektor industri furnitur bahkan menorehkan prestasi gemilang dengan lonjakan pertumbuhan yang kuat hingga 11,82 persen. Momentum positif ini harus terus dimanfaatkan secara maksimal untuk menggenjot performa ekspor nasional.
Oleh karena itu, perluasan akses pasar dan pembangunan kemitraan langsung dengan pembeli internasional sangat dibutuhkan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara khusus menyoroti urgensi strategi tersebut saat menghadiri pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA)+ 2026 secara virtual. Promosi dagang berskala internasional ini dinilai sangat efektif untuk memperkuat posisi produk lokal.
"Penyelenggaraan IFFINA+ hari ini menjadi penting sebagai salah satu bentuk sarana memitigasi risiko dengan jalan memperluas pasar, membangun hubungan langsung dengan pembeli internasional, serta mengurangi ketergantungan ekspor pada pasar-pasar tertentu," tutur Airlangga pada keterangan tertulisnya, Rabu (30/9/2026).
Langkah proaktif ini dipastikan akan membuka gerbang peluang baru bagi para pelaku usaha Tanah Air.
Indonesia memiliki potensi raksasa untuk merajai pasar furnitur dunia melalui penguatan kualitas, desain, dan keberlanjutan produk. Kinerja positif ini tercermin dari neraca perdagangan furnitur nasional yang terus mencatatkan surplus meyakinkan sejak 2021. Nilai ekspor pada 2025 sukses menembus angka USD2.390,68 juta dengan pasar Amerika Serikat sebagai penyerap utamanya.
Tren permintaan pasar dunia kini perlahan bergeser ke arah produk fungsional berbahan ramah lingkungan. Ketersediaan bahan baku melimpah seperti kayu dan rotan lokal menjadi nilai tambah luar biasa bagi industri dalam negeri. Airlangga menyebutkan struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dengan tingkat serapan tenaga kerja sangat tinggi.
"Struktur industri nasional saat ini masih didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM), hampir 99,79 persen dari total 4,45 juta unit usaha industri. Dengan skala ini, industri tentu masih menghadapi tantangan keterbatasan teknologi, serta terkait produktivitas yang masih dapat ditingkatkan," jelas Airlangga.
Pelaku usaha dituntut semakin lincah menyesuaikan diri dengan standar regulasi serta selera negara tujuan.
Guna menjawab tantangan tersebut, pemerintah telah menyiapkan beragam dukungan fiskal termasuk pemberian insentif pajak bagi pekerja di sektor terkait. Akses pembiayaan lewat Kredit Industri Padat Karya dan program restrukturisasi mesin turut digulirkan demi meningkatkan produktivitas. Kebijakan standardisasi kelestarian kayu juga terus diperketat agar daya saing produk IKM semakin meroket di kancah global.
Menutup arahannya, Airlangga sangat mengapresiasi Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) atas kelancaran pergelaran IFFINA+ 2026. Ia mengundang seluruh importir dan investor global untuk segera menjajaki kemitraan strategis dengan para pelaku industri andalan Nusantara. Ajang bergengsi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai kolaborasi bisnis yang saling menguntungkan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/airlangga-dorong-industri-furnitur-indonesia-perkuat-pasar-ekspor-008d9d8b/.
Baca juga
Wanti-wanti Pengusaha Jelang Pengesahan RUU Ketenagakerjaan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyampaikan catatan jelang pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang.
Pertamina Genjot Teknologi Carbon Capture, Bidik 20 Basin Produktif
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempercepat implementasi teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) serta Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung transisi energi regional.
RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kunjungan kerja ke Swiss. AHY bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin.
Astra Dampingi Desa Gede Pangrango Kembangkan Wisata dan UMKM Lokal
Perjalanan pengembangan Desa Sejahtera Astra Gede Pangrango dilakukan melalui kolaborasi masyarakat bersama berbagai pihak. Salah satunya melalui program Desa Sejahtera Astra dari PT Astra International Tbk ("Astra") yang mendampingi pengembangan potensi desa melalui bidang…