Lewati ke konten

Kamis, 1 Oktober 2026258 berita

RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan SwissPemkot Palu hadirkan 24 perusahaan dalam Job Fair 2026Empat korban KM Virgo Transport 8 kembali ditemukan di KaltengJasa Raharja bayarkan santunan Rp3,02 miliar korban Kapal VirgoKejati Bali tetapkan tersangka dugaan korupsi rugikan ASABRI Rp100 MIndro terkejut generasi Z masih hafal lagu-lagu WarkopSetahun Sekolah Rakyat di Makassar, siswa makin mandiriReality Club dan Phum Viphurit akan tampil di Synchronize Fest 2026Aceh Barat percepat realisasi TKD Rp68 miliar untuk pemulihanApindo: RUU Ketenagakerjaan harus seimbang antara pekerja dan industri
Ekonomi

RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss

Detik 2 menit baca 345 kata
RI Bidik Kerja Sama Pengelolaan Air-Ketahanan Pangan dengan Swiss — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kunjungan kerja ke Swiss. AHY bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin.

Kunjungan ini memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan dan penguatan kerja sama, khususnya bidang infrastruktur berkelanjutan. Dia mengawali kunjungan dengan melakukan pertemuan dengan Guy Parmelin di Federal Palace, Bern pada 28 September 2026 yang lalu.

Dalam pertemuan itu dia membahas potensi kerja sama dalam 3 isu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni kemandirian pangan, sumber daya air dan infrastruktur.

"Ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air dan transisi menuju energi baru terbarukan merupakan agenda nasional yang harus segera dicapai," ujar AHY dalam keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Beberapa kerja sama konkret yang diidentifikasi antara lain pengelolaan sumber daya air, seperti penanganan limbah air, hydro power, akses kepada air bersih kepada masyarakat serta pembangunan infrastuktur untuk memperkuat konektivitas dan logistik di Indonesia.

Pertemuan juga menjajaki potensi investasi dan penguatan kapasitas dalam meningkatkan penyediaan air bersih, pengolahan limbah dan upaya mengatasi intrusi air laut, khususnya di pantura, serta meningkatkan kontribusi sumber energi terbarukan, khususnya hydro power.

Di samping itu, dibahas potensi investasi dan kerja sama dalam pengembangan infrastruktur transportasi darat, laut dan udara.

Guy Parmelin sendiri menyambut baik kemitraan kedua negara dan menyatakan kesiapan Swiss untuk meningkatkan investasi di Indonesia, sebagai salah satu mitra ekonomi yang strategis Swiss di kawasan Asia.

Dalam kunjungan kerja ini, AHY juga melakukan serangkaian kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung teknologi dan inovasi Swiss dalam bidang energi air dan pengelolaan air limbah. Dimulai dari meninjau pengembangan riset dan inovasi serta fasilitas pengujian model pompa hidraulik di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL) hingga fasilitas pembangkit listrik tenaga air di Veytaux yang menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi pumped-storage hydropower di Swiss.

AHY juga meninjau pengolahan air limbah menjadi biogas dan energi serta menghasilkan kualitas air sungai Aare yang bersih, jernih, dan aman untuk dikoosumsi di ARA Bern.

Dia juga berkesempatan bertemu dengan asosiasi bisnis terbesar Swiss yang terdiri dari perusahaan industri mekanik, elektrikal, dan permesinan yang memfokuskan bisnisnya pada sektor-sektor prioritas yang sedang dikejar pemerintah. Dia juga bertemu perusahaan pengelola cum investor Zurich Airport Ltd.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ri-bidik-kerja-sama-pengelolaan-air-ketahanan-pangan-dengan-swiss-d3257ffa/.

Baca juga

Buruh Minta UMP Naik 9,5%, Pengusaha Bandingkan dengan Vietnam

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merespons tuntutan organisasi buruh yang meminta kenaikan upah minimum provinsi (UMP) hingga 9,5%. Pengusaha tidak menolak kenaikan upah, tetapi meminta besarannya mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi dan produktivitas tenaga kerja.

Detik Finance

Semua berita Ekonomi