Skip to content

Thursday, 1 October 2026727 stories

AS tidak menutup kemungkinan kembali serang Irak, ini alasannyaIni Pesan-pesan Sugiono ke Menlu Baru RI Arrmanatha NasirKabur dari Pelatnas Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo Terancam Sanksi Berat!Rupiah Lunglai ke Rp17.966 per Dolar AS Kamis SoreRamai Sorak Sorai, Menkeu Suahasil dan PNS Kemenkeu Sambut 2 Wamen BaruTablet Premium Terbaru Samsung, Galaxy Tab S12 Mulai Rp 21 JutaProfil Irwan Meilano, Guru Besar ITB yang kini jadi Wamen KPCerita Suyudi Pagi Hari Diminta Bersiap, Sore Jadi Kapolri64 mobil siap bersaing dalam kompetisi KMHE 2026 di UnejJenderal Sigit Tegaskan Masih Aktif di Polri Meski Tak Lagi Jabat Kapolri
International

AS tidak menutup kemungkinan kembali serang Irak, ini alasannya

Antara 1 min read 206 kata
AS tidak menutup kemungkinan kembali serang Irak, ini alasannya — gambar dari Antara
Image from Antara. Summarised by Zona News.

Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.

Moskow (ANTARA) - Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan ke Irak jika mendeteksi adanya ancaman dari wilayah negara tersebut, meski operasi militernya melawan ISIS di Irak telah resmi berakhir, menurut The Washington Post.

Surat kabar itu, mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa pasukan AS akan dipindahkan dari Irak ke Yordania untuk berfokus memerangi sel-sel ISIS di Suriah.

Namun demikian, jika ISIS kembali berada di luar kendali di Irak dan Suriah serta kedua negara meminta bantuan Amerika Serikat, pasukan AS dapat kembali ke wilayah tersebut, menurut laporan itu.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan pasukan militer Amerika Serikat siap kembali dan memberikan bantuan kepada otoritas Irak jika diperlukan, meski kontingen militer AS ditarik dari negara tersebut.

Mengikuti pengumuman Pentagon, Trump pada Rabu mengumumkan penarikan unit-unit terakhir AS dari Irak dan berakhirnya Operasi Inherent Resolve.

Trump menyebut kampanye militer selama 12 tahun tersebut sebagai akhir dari "petualangan yang sangat mahal menuju neraka".

Sementara itu, Pentagon mengatakan keamanan di kawasan kini menjadi tanggung jawab angkatan bersenjata Irak. Namun, Amerika Serikat akan tetap memberikan bantuan terbatas kepada Irak berupa pelatihan personel militer dan berbagi informasi intelijen.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti ndeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/as-tidak-menutup-kemungkinan-kembali-serang-irak-ini-alasannya-28293973/.

Related

Semua berita Internasional