Krisis Perekrutan, Eks PM Israel Wanti-wanti IDF Terancam Kolaps
Automatic translation. This article was translated from Indonesian. Names, institutions and figures are kept in their original form. For the authoritative version, read the report at the original source.
Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, memperingatkan bahwa militer Israel atau IDF menghadapi risiko kolaps akibat kekurangan personel.
Ia menilai krisis perekrutan semakin serius di tengah perdebatan mengenai wajib militer bagi warga Yahudi ultra-Ortodoks atau Haredi.
Bennett menyampaikan peringatan tersebut dalam wawancara dengan Channel 12 Israel pada Selasa (29/9). Ia menyebut kondisi kekurangan tentara sebagai "peringatan keamanan strategis yang serius".
Bennet menilai IDF tidak memiliki cukup personel untuk menghadapi seluruh ancaman yang disebut pemerintah.
Menurut Bennett, konflik yang berlangsung dalam waktu lama telah membuat para tentara kelelahan dan menurunkan kesiapan operasional militer.
Ia juga menambahkan bahwa kekurangan personel membuat pasukan Israel dalam sejumlah kondisi harus meninggalkan posisi yang sebelumnya berhasil mereka kuasai.
Menurutnya, militer tidak selalu memiliki cukup pasukan untuk mempertahankan posisi tersebut.
Bennett kemudian mengkritik yang ia sebut sebagai dukungan pemerintah untuk "menghindari wajib militer".
Ia juga mengatakan bahwa siapa pun yang memilih koalisi pendukung pendekatan ini "secara langsung menentang tentara Israel".
Bennet bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan ancaman keamanan yang sebelumnya disampaikan Netanyahu.
"Netanyahu sekarang memperingatkan bahwa musuh-musuh Israel sedang merencanakan serangan. Namun, selama dia terus mendorong penghindaran wajib militer secara massal dan berkontribusi pada runtuhnya tentara Israel, siapa sebenarnya yang akan melawan mereka?" ujar Bennett, seperti dilaporkan Middle East Monitor.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/krisis-perekrutan-eks-pm-israel-wanti-wanti-idf-terancam-kolaps-1048ae7f/.
Related
China anugerahkan penghargaan persahabatan kepada 50 pakar asing
Beijing (ANTARA) - China pada Rabu (30/9) memberikan penghargaan Chinese Government Friendship Award tahun 2026 kepada 50 pakar asing atas kontribusi luar biasa mereka terhadap pembangunan negara tersebut.
Muhadjir Effendy: Arab Saudi Bolehkan WNA Punya Properti di Sana, Muluskan Proyek Kampung Haji
Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, Muhadjir Effendy, menyambut baik aturan baru pemerintah Arab Saudi soal kepemilikan aset properti di Negeri Dua Tanah Suci itu. Sebab, aturan Arab Saudi bakal memuluskan proyek pembangunan Kampung Haji pemerintah RI di Mekkah.
Trump Ikut Komentari Pesawat Flydubai yang Nyaris Dibajak
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ikut mengomentari insiden pesawat Flydubai yang nyaris jatuh setelah kopilot diduga menyerang pilot dalam penerbangan dari Dubai menuju Tel Aviv.
Inggris Tuduh Iran Dalang Teror di Pangkalan AS-RAF, Teheran Membantah
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, membantah tuduhan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, bahwa Teheran mendalangi teror di RAF Fairford akhir pekan lalu. Itu merupakan pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat dalam operasi melawan Iran.