Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

42 Ton Jerami dan 6 Ton Kotoran Ternak Disulap Jadi RupiahPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Ekonomi

42 Ton Jerami dan 6 Ton Kotoran Ternak Disulap Jadi Rupiah

Detik 2 menit baca 455 kata
42 Ton Jerami dan 6 Ton Kotoran Ternak Disulap Jadi Rupiah — gambar dari Detik Finance
Gambar dari Detik Finance. Ringkasan oleh Zona News.

Sebanyak 42 ton limbah jerami dan 6 ton kotoran ternak per tahun dimanfaatkan warga di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Limbah tersebut diolah menjadi pupuk kompos dan parfum jerami melalui Kelompok UKASEMA (Usaha Kompos Sejahtera Bersama). Kegiatan itu menjadi bagian dari Program Cadiak Pandai yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga sejak 2023.

Program tersebut melibatkan perempuan dalam pengembangan pertanian organik, pengolahan limbah pertanian, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar.

Dari kegiatan tersebut, anggota UKASEMA mendapat tambahan pendapatan sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.

"Melalui Program Cadiak Pandai, kami belajar bahwa limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha bersama, sehingga kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi anggota UKASEMA," ujar Siti Aniar, Local Hero Program Cadiak Pandai.

Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, mengatakan pendampingan melalui Program Cadiak Pandai turut membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sekitar.

"Bagi kami, Program Cadiak Pandai menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun dan berharap program ini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di nagari," ujar Mulyadi, Wali Nagari Padang Toboh Ulakan.

Selain di Padang Pariaman, Pertamina Patra Niaga menjalankan Program ONDE MANDE (Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development) di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang.

Program tersebut memanfaatkan potensi hutan dan sumber daya air melalui pengelolaan sumber daya air, energi terbarukan, dan pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata alam.

Salah satu fasilitas yang dibangun adalah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Listrik dari pembangkit tersebut digunakan untuk mendukung penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam.

ONDE MANDE juga mencakup pengembangan usaha masyarakat melalui optimalisasi hutan produktif dan budidaya madu galo-galo. Kegiatan tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya menjaga kawasan hutan dan sumber daya air serta mengurangi risiko bencana.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pengembangan kedua program tersebut dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat.

"Melalui Program Cadiak Pandai dan ONDE MANDE, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kedua program ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan dan aksi iklim," ujar Kitty.

Menurut Kitty, keberlanjutan program juga bergantung pada ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/42-ton-jerami-dan-6-ton-kotoran-ternak-disulap-jadi-rupiah-56b54040/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi