Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

7 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pasang Implan GigiVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

7 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pasang Implan Gigi

Liputan6 Kesehatan 3 menit baca 698 kata
7 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pasang Implan Gigi — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Implan gigi semakin dikenal sebagai salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang. Namun, kehilangan gigi tidak otomatis berarti harus menjalani implan. Kondisi tulang, jaringan pendukung, kesehatan mulut, hingga kebutuhan pasien perlu diperiksa sebelum menentukan perawatan.

Menurut drg Christine Hendriono, SpKG, FICD, MSc Implant (Rome), GCOI, keputusan melakukan implan sebaiknya tidak hanya pada keinginan untuk segera mengganti gigi yang hilang. Ada sejumlah hal yang perlu dipahami pasien sebelum menjalani perawatan ini.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memasang implan gigi:

1. Implan Bukan Berarti Menanam Gigi Baru Istilah "tanam gigi" terkadang membuat orang membayangkan bahwa dokter menanam sebuah gigi utuh ke dalam gusi. Padahal, implan gigi pada dasarnya berfungsi sebagai pengganti akar gigi. Komponen implan ditempatkan di dalam tulang rahang, kemudian bagian atasnya dapat dipasangi restorasi berupa mahkota gigi setelah kondisi memungkinkan.

“Implan bukan gigi asli yang ditanam kembali. Yang ditempatkan di dalam tulang adalah implant fixture sebagai pengganti akar, kemudian bagian atasnya direhabilitasi sehingga secara keseluruhan dapat menggantikan fungsi dan tampilan gigi yang hilang,” jelas Christine.

2. Tidak Semua Gigi Hilang Harus Diganti dengan Implan Kehilangan gigi memang perlu dievaluasi, tetapi pilihan penggantiannya tidak sama untuk setiap orang. Selain implan, terdapat pilihan lain seperti gigi palsu lepasan maupun dental bridge. Masing-masing memiliki indikasi, kelebihan, keterbatasan, serta pertimbangan klinis yang berbeda.

“Perawatan yang baik bukan berarti selalu memilih teknologi yang paling canggih. Yang kita cari adalah solusi yang paling sesuai dengan kondisi pasien, kebutuhan fungsional, kondisi jaringan, dan tujuan perawatannya,” kata Christine.

3. Kondisi Tulang Menjadi Salah Satu Pertimbangan Penting Salah satu hal yang perlu dievaluasi sebelum pemasangan implan adalah kondisi tulang di area gigi yang hilang.

Ketika gigi sudah lama hilang, tulang yang sebelumnya menopang akar gigi dapat mengalami perubahan dan penyusutan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi perencanaan pemasangan implan. Itulah sebabnya pemeriksaan sebelum tindakan menjadi bagian penting dari proses.

“Implan membutuhkan perencanaan. Kita tidak hanya melihat apakah ada ruang untuk gigi, tetapi juga melihat kondisi tulang, jaringan gusi, posisi struktur anatomi di sekitarnya, serta bagaimana implan nantinya akan berfungsi dalam sistem gigitan pasien,” ungkap Christine dalam keterangan tertulis..

Pada kondisi tertentu, pasien mungkin membutuhkan tindakan tambahan sebelum pemasangan implan, misalnya prosedur untuk memperbaiki atau menambah volume tulang.

4 Fakta Lain tentang Implan Gigi 4. Implan Tidak Selalu Selesai dalam Satu Hari Pemasangan implan tidak berarti selesai dalam sehari. Perawatan implan dapat melalui beberapa tahapan dan waktunya berbeda pada setiap pasien.

Setelah implant ditempatkan, tubuh membutuhkan waktu untuk proses penyatuan antara permukaan implan dan tulang, yang dikenal sebagai osseointegrasi. Waktu perawatan dapat dipengaruhi oleh kondisi tulang, lokasi gigi, kebutuhan tindakan tambahan, kondisi kesehatan pasien, hingga rencana restorasi.

“Implan adalah perawatan yang membutuhkan perencanaan dan tahapan. Kita tidak bisa menjanjikan bahwa semua pasien akan selesai dalam waktu yang sama karena kondisi biologis setiap orang berbeda,” jelas Christine.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/7-hal-yang-perlu-diketahui-sebelum-pasang-implan-gigi-eae2ba4d/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle