7 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Pasang Implan Gigi
Liputan6.com, Jakarta - Implan gigi semakin dikenal sebagai salah satu pilihan untuk menggantikan gigi yang hilang. Namun, kehilangan gigi tidak otomatis berarti harus menjalani implan. Kondisi tulang, jaringan pendukung, kesehatan mulut, hingga kebutuhan pasien perlu diperiksa sebelum menentukan perawatan.
Menurut drg Christine Hendriono, SpKG, FICD, MSc Implant (Rome), GCOI, keputusan melakukan implan sebaiknya tidak hanya pada keinginan untuk segera mengganti gigi yang hilang. Ada sejumlah hal yang perlu dipahami pasien sebelum menjalani perawatan ini.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui sebelum memasang implan gigi:
1. Implan Bukan Berarti Menanam Gigi Baru Istilah "tanam gigi" terkadang membuat orang membayangkan bahwa dokter menanam sebuah gigi utuh ke dalam gusi. Padahal, implan gigi pada dasarnya berfungsi sebagai pengganti akar gigi. Komponen implan ditempatkan di dalam tulang rahang, kemudian bagian atasnya dapat dipasangi restorasi berupa mahkota gigi setelah kondisi memungkinkan.
“Implan bukan gigi asli yang ditanam kembali. Yang ditempatkan di dalam tulang adalah implant fixture sebagai pengganti akar, kemudian bagian atasnya direhabilitasi sehingga secara keseluruhan dapat menggantikan fungsi dan tampilan gigi yang hilang,” jelas Christine.
2. Tidak Semua Gigi Hilang Harus Diganti dengan Implan Kehilangan gigi memang perlu dievaluasi, tetapi pilihan penggantiannya tidak sama untuk setiap orang. Selain implan, terdapat pilihan lain seperti gigi palsu lepasan maupun dental bridge. Masing-masing memiliki indikasi, kelebihan, keterbatasan, serta pertimbangan klinis yang berbeda.
“Perawatan yang baik bukan berarti selalu memilih teknologi yang paling canggih. Yang kita cari adalah solusi yang paling sesuai dengan kondisi pasien, kebutuhan fungsional, kondisi jaringan, dan tujuan perawatannya,” kata Christine.
3. Kondisi Tulang Menjadi Salah Satu Pertimbangan Penting Salah satu hal yang perlu dievaluasi sebelum pemasangan implan adalah kondisi tulang di area gigi yang hilang.
Ketika gigi sudah lama hilang, tulang yang sebelumnya menopang akar gigi dapat mengalami perubahan dan penyusutan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi perencanaan pemasangan implan. Itulah sebabnya pemeriksaan sebelum tindakan menjadi bagian penting dari proses.
“Implan membutuhkan perencanaan. Kita tidak hanya melihat apakah ada ruang untuk gigi, tetapi juga melihat kondisi tulang, jaringan gusi, posisi struktur anatomi di sekitarnya, serta bagaimana implan nantinya akan berfungsi dalam sistem gigitan pasien,” ungkap Christine dalam keterangan tertulis..
Pada kondisi tertentu, pasien mungkin membutuhkan tindakan tambahan sebelum pemasangan implan, misalnya prosedur untuk memperbaiki atau menambah volume tulang.
4 Fakta Lain tentang Implan Gigi 4. Implan Tidak Selalu Selesai dalam Satu Hari Pemasangan implan tidak berarti selesai dalam sehari. Perawatan implan dapat melalui beberapa tahapan dan waktunya berbeda pada setiap pasien.
Setelah implant ditempatkan, tubuh membutuhkan waktu untuk proses penyatuan antara permukaan implan dan tulang, yang dikenal sebagai osseointegrasi. Waktu perawatan dapat dipengaruhi oleh kondisi tulang, lokasi gigi, kebutuhan tindakan tambahan, kondisi kesehatan pasien, hingga rencana restorasi.
“Implan adalah perawatan yang membutuhkan perencanaan dan tahapan. Kita tidak bisa menjanjikan bahwa semua pasien akan selesai dalam waktu yang sama karena kondisi biologis setiap orang berbeda,” jelas Christine.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/7-hal-yang-perlu-diketahui-sebelum-pasang-implan-gigi-eae2ba4d/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.