AI Pangkas Beban Kerja UMKM hingga 70 Persen
Liputan6.com, Jakarta - Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar monopoli perusahaan kelas atas. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini didorong untuk memanfaatkan AI guna memangkas biaya operasional dan mendongkrak daya saing pasar.
Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam SME DigitalFest 2026 bertema "UMKM + AI" yang digelar Exabytes Indonesia di Jakarta, belum lama ini.
Gelaran yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ini menyedot perhatian lebih dari 100 pelaku UMKM nasional.
VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, menegaskan akselerasi AI melaju sangat cepat sehingga pelaku usaha tidak bisa lagi bertahan dengan cara manual.
"Teknologi AI yang dulunya menjadi hak istimewa perusahaan besar kini dapat diakses siapa saja," ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Ia menambahkan AI terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70 persen. Pekerjaan operasional selesai lebih cepat, sehingga pemilik usaha bisa fokus pada pengembangan bisnis Tiga Tahap Strategis GROW AI Guna memandu transisi digital ini, Exabytes meluncurkan inisiatif GROW AI yang membagi skala pertumbuhan UMKM ke dalam tiga tahapan.
- Naik Kelas: Membangun fondasi digital awal (domain, website, dan email bisnis) untuk merapikan proses kerja manual.
- Naik Omzet: Mengintegrasikan AI pada area krusial seperti pembuat konten penjualan, otomatisasi iklan, hingga layanan pelanggan lintas kanal.
- Naik Level: Mempersiapkan akses ekspansi melalui infrastruktur aman, kemitraan strategis, dan peluang pendanaan.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah. Direktur Aplikasi Kemenekraf, Tri Wahyudi, serta Direktur Pengembangan Bisnis SMESCO Indonesia, M. Rizki Firdaus, memaparkan peta jalan digitalisasi agar produk UMKM lokal mampu menembus pasar global.
Solusi Praktis dan Pembuktian Efisiensi Di tataran praktis, integrasi AI terbukti langsung memangkas kebutuhan sumber daya. Steven dari Reka Tridi, pemenang ajang pameran bisnis GROWpreneur Competition 2026, membagikan pengalamannya.
"Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang--seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi untuk SEO--kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja," ungkap Steven.
Kemudahan operasional ini didukung oleh mitra teknologi seperti Mekari Desty. Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, menjelaskan ekosistem digital terintegrasi memungkinkan pengusaha mengelola inventaris, toko online, hingga cabang offline dalam satu sistem.
"Tantangannya, masih banyak usaha kecil yang belum berani go digital dan bingung harus mulai dari mana. Mereka harus berani belajar dan step up," ujar Timothy.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ai-pangkas-beban-kerja-umkm-hingga-70-persen-ab88168a/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.