Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Aktivis BEM UI Diserang dan HP Dirampas, ISESS Sebut Polanya Mirip Intimidasi Kelompok KritisAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Nasional

Aktivis BEM UI Diserang dan HP Dirampas, ISESS Sebut Polanya Mirip Intimidasi Kelompok Kritis

Tribun 2 menit baca 322 kata
Aktivis BEM UI Diserang dan HP Dirampas, ISESS Sebut Polanya Mirip Intimidasi Kelompok Kritis — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Aktivis BEM UI Diserang dan HP Dirampas, ISESS Sebut Polanya Mirip Intimidasi Kelompok Kritis Aktivis BEM UI diserang dan HP diduga dirampas. Bambang Rukminto menilai modusnya mirip intimidasi terhadap kelompok kritis.

- Aktivis BEM UI Hafidz Hernanda dikabarkan diserang OTK di Tebet Barat dan HP-nya diduga dirampas.

- Pengamat ISESS Bambang Rukminto menilai modus tersebut mirip pola intimidasi terhadap kelompok kritis.

- Bambang meminta Kapolri Suyudi serius mengusut kasus tersebut agar tak menggerus kepercayaan publik TRIBUNNEWS.COM - Koordinator Sosial Politik BEM UI Hafidz Hernanda dikabarkan mengalami penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Tebet Barat, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026) lalu sekitar pukul 23.50 WIB.

Hafidz disebut ditendang hingga terjatuh, kemudian dipukul dan mendapat ancaman dari pelaku. Dalam peristiwa tersebut, terdapat pula dugaan perampasan telepon seluler (HP) milik Hafidz.

Peristiwa itu mendapat sorotan pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto.

Bambang menilai pola penyerangan tersebut memiliki kemiripan dengan bentuk intimidasi terhadap masyarakat atau kelompok yang menjalankan aktivitas kritis.

"Peristiwa seperti ini mengulang pola-pola lama upaya intimidasi dengan kekerasan pada masyarakat yang kritis," kata Bambang saat diwawancarai Tribunnews.com Solo, Selasa (6/10/2026).

Menurut Bambang, dugaan perampasan HP dalam peristiwa tersebut juga patut mendapat perhatian.

Ia menduga perangkat tersebut berpotensi dianggap oleh pelaku sebagai sumber data yang dapat digunakan untuk mendeteksi jaringan gerakan mahasiswa.

"Merampas HP yang menurut pelaku bisa jadi merupakan sumber data yang bisa diakses dan digunakan untuk mendeteksi jaringan aksi gerakan mahasiswa," ujarnya.

Bambang mengatakan dugaan pola intimidasi semacam itu bukan persoalan baru. Ia bahkan mengaku pernah mengalami kejadian serupa sekitar tiga tahun lalu.

"Pola seperti ini juga terjadi pada saya tiga tahun lalu. Dan sampai sekarang pelakunya tak tertangkap," kata Bambang.

ebut, berdasarkan pola yang dilihatnya, dapat mengarah pada upaya meneror dan membungkam kritik.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/aktivis-bem-ui-diserang-dan-hp-dirampas-isess-sebut-polanya-mirip-a3d92671/.

Baca juga

Semua berita Nasional