Alat Forensik Digital Mampu Jebol Sistem Keamanan iPhone
Liputan6.com, Jakarta - Apple sejatinya dikenal sangat berkomitmen terhadap privasi pengguna, salah satunya dengan menyematkan fitur keamanan inactivity reboot agar iPhone terhindar dari celah peretasan.
Fitur yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 ini berfungsi untuk mereset iPhone secara otomatis apabila perangkat tidak dibuka (unlocked) selama 72 jam berturut-turut.
Dalam praktiknya, sistem ini dirancang untuk menyulitkan pihak luar—termasuk aparat penegak hukum—saat mencoba mengakses informasi sensitif di dalam ponsel. Namun, fitur proteksi kebanggaan Apple tersebut kini dilaporkan berhasil dijebol oleh teknologi forensik digital terbaru.
Melansir laporan Engadget, Minggu (4/10/2026), temuan dari 404 Media memperlihatkan sebuah video pelatihan internal yang menunjukkan bahwa alat buatan Magnet Forensics, yakni GrayKey, mampu melewati sistem proteksi tersebut.
Perusahaan penyedia perangkat lunak investigasi itu mengembangkan fitur canggih baru bernama GrayKey Preserve dan Evidence Preservation Mode.
Dalam video tersebut, seorang perwakilan Magnet Forensics menyebut teknologi ini sebagai pencapaian besar dalam dunia forensik iOS karena berhasil mengatasi skema reboot otomatis milik iPhone.
Kemampuan Menjebol Sistem Keamanan iPhone Laporan 404 Media mengindikasikan bahwa Magnet Forensics mampu menempatkan sistem iPhone dalam kondisi After First Unlock (AFU). Berbeda dengan kondisi Before First Unlock (BFU) yang datanya terenkripsi sangat ketat, status AFU memungkinkan akses data yang jauh lebih luas.
Menariknya, pegawai tersebut mengklaim bahwa status AFU tidak akan hilang meskipun perangkat mengalami reboot, kehabisan daya baterai, atau melakukan pemeliharaan memori (memory maintenance).
Selain mampu menembus proteksi reboot, perangkat baru ini disebut sanggup mencegah fitur penghapusan data otomatis milik iPhone. Alhasil, berbagai riwayat data seperti lokasi, pesan iMessage, hingga foto yang baru saja dihapus tetap dapat diakses oleh pihak berwenang.
Temuan ini kembali memicu kekhawatiran baru terkait privasi digital, di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap batasan akses data warga negara oleh aparat penegak hukum maupun badan federal.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/alat-forensik-digital-mampu-jebol-sistem-keamanan-iphone-9b3d74da/.
Baca juga
Pro Player Fortnite Dipecat Usai Acungkan Jari Tengah ke Kamera
Pro player game Fortnite bernama David Kochet alias Huty, telah dikeluarkan dari organisasi esports FLC, setelah mengacungkan jari tengah ke kamera saat kompetisi sedang berlangsung. Hal itu terjadi dalam turnamen internasional bertajuk 2026 FNCS Global Championship.
Indonesia vs Thailand 1-1 di Waktu Normal, Netizen Deg-degan
Laga final FIFA ASEAN Cup antara Indonesia melawan Thailand berakhir sama kuat 1-1 di waktu normal. Kini, pertandingan harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Netizen pun deg-degan menantikan hasil akhirnya.
Mengenal Lensa Pancake yang Bikin Kamera Praktis dan Siap Jepret
Kamera terbaik adalah kamera yang kamu bawa. Ungkapan ini sudah sering terdengar, tetapi jarang benar-benar kita jalani. Kamera mirrorless dengan lensa besar memang menjanjikan kualitas, tetapi sering berakhir di dalam lemari karena terlalu merepotkan untuk dibawa.
Indonesia Vs Thailand Masih Imbang, Netizen Kencangkan Doa
Babak pertama Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026 masih imbang. Lini masa media sosial ramai dengan netizen mengencangkan doa.