Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Alat Forensik Digital Mampu Jebol Sistem Keamanan iPhoneVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Teknologi

Alat Forensik Digital Mampu Jebol Sistem Keamanan iPhone

Liputan6 Tekno 1 menit baca 282 kata
Alat Forensik Digital Mampu Jebol Sistem Keamanan iPhone — gambar dari Liputan6 Tekno
Gambar dari Liputan6 Tekno. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Apple sejatinya dikenal sangat berkomitmen terhadap privasi pengguna, salah satunya dengan menyematkan fitur keamanan inactivity reboot agar iPhone terhindar dari celah peretasan.

Fitur yang pertama kali diperkenalkan pada 2024 ini berfungsi untuk mereset iPhone secara otomatis apabila perangkat tidak dibuka (unlocked) selama 72 jam berturut-turut.

Dalam praktiknya, sistem ini dirancang untuk menyulitkan pihak luar—termasuk aparat penegak hukum—saat mencoba mengakses informasi sensitif di dalam ponsel. Namun, fitur proteksi kebanggaan Apple tersebut kini dilaporkan berhasil dijebol oleh teknologi forensik digital terbaru.

Melansir laporan Engadget, Minggu (4/10/2026), temuan dari 404 Media memperlihatkan sebuah video pelatihan internal yang menunjukkan bahwa alat buatan Magnet Forensics, yakni GrayKey, mampu melewati sistem proteksi tersebut.

Perusahaan penyedia perangkat lunak investigasi itu mengembangkan fitur canggih baru bernama GrayKey Preserve dan Evidence Preservation Mode.

Dalam video tersebut, seorang perwakilan Magnet Forensics menyebut teknologi ini sebagai pencapaian besar dalam dunia forensik iOS karena berhasil mengatasi skema reboot otomatis milik iPhone.

Kemampuan Menjebol Sistem Keamanan iPhone Laporan 404 Media mengindikasikan bahwa Magnet Forensics mampu menempatkan sistem iPhone dalam kondisi After First Unlock (AFU). Berbeda dengan kondisi Before First Unlock (BFU) yang datanya terenkripsi sangat ketat, status AFU memungkinkan akses data yang jauh lebih luas.

Menariknya, pegawai tersebut mengklaim bahwa status AFU tidak akan hilang meskipun perangkat mengalami reboot, kehabisan daya baterai, atau melakukan pemeliharaan memori (memory maintenance).

Selain mampu menembus proteksi reboot, perangkat baru ini disebut sanggup mencegah fitur penghapusan data otomatis milik iPhone. Alhasil, berbagai riwayat data seperti lokasi, pesan iMessage, hingga foto yang baru saja dihapus tetap dapat diakses oleh pihak berwenang.

Temuan ini kembali memicu kekhawatiran baru terkait privasi digital, di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap batasan akses data warga negara oleh aparat penegak hukum maupun badan federal.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/alat-forensik-digital-mampu-jebol-sistem-keamanan-iphone-9b3d74da/.

Baca juga

Semua berita Teknologi