Anak Batuk Pilek, Nucha Bachri Pilih Pantau Gejala Sebelum ke Dokter
Liputan6.com, Jakarta - Musim pancaroba membuat anak lebih rentan mengalami batuk, pilek serta demam. Ketika anak mulai sakit, orang tua dapat melakukan beberapa langkah perawatan di rumah sambil memantau perkembangan gejalanya.
Influencer yang juga CEO dan Co-Founder Parentalk, Nucha Bachri, mengatakan dirinya tidak langsung membawa sang anak ke dokter ketika mulai mengalami demam. Ia terlebih dahulu memantau suhu tubuh dan kondisi anak selama beberapa hari.
“Biasanya aku lihat kalau misalkan mereka demam, demam-demamnya berapa nih aku pantau. Sampai 40 enggak sih? Kalau kayak 37, 38 (derajat Celsius), aku agak santai nih. Tapi aku pantau 3 hari enggak demamnya. Kalau tetap demam 3 hari, baru aku bawa ke dokter.”, ujar Nucha dalam acara bersama Actifed pada Kamis (1/10/2026), di Depok, Jawa Barat.
Hal serupa disampaikan dokter Ikhsanuddin Qoth’I. Menurutnya, jika batuk dan pilek baru berlangsung beberapa hari dan tidak menunjukkan perburukan, orang tua masih dapat memantau kondisi anak.
“Kalau misalkan gejalanya itu katakanlah batuk pileknya itu baru beberapa hari, kemudian tidak ada perburukan, itu sebetulnya tidak perlu khawatir berlebihan,” ucap Ikhsan dalam kesempatan yang sama.
Salah satu hal yang dilakukan Nucha ketika anak mengalami flu dan batuk adalah memastikan anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Ia memilih meliburkan anak dari sekolah agar dapat beristirahat di rumah.
“Kalau lagi flu disertai dengan batuk dan pilek, selain langsung minum obat, biasanya aku juga pantau.", ujar Nucha.
"Istirahatnya gimana? Biasanya aku liburin, terus enggak usah sekolah, tidur siang tuh jadi sesuatu yang wajib.”, sambungnya.
Selain waktu istirahat, Nucha juga memperhatikan apakah batuk yang dialami anak sampai mengganggu waktu tidurnya.
“Tidur malamnya juga dijaga, pantau, karena biasanya terbangun kan kalau lagi batuk.", tambahnya.
Siapkan Obat yang Dibutuhkan Selain memastikan anak cukup beristirahat, Nucha juga menyediakan obat untuk keluhan yang umum dialami anak di rumah.
“Jadi ada beberapa hal yang aku perhatikan, baru obatnya karena udah standby di rumah gitu ya di P3K di rumah.”, katanya.
Namun, ketika obat yang dibutuhkan tidak tersedia, Nucha memilih berkonsultasi dengan apoteker sebelum memberikan obat kepada anak.
“Nah tapi kalau lagi stok enggak ada, pasti aku tanya apoteker dulu. Baik secara online atau yang secara offline,”, ujar Nucha.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/anak-batuk-pilek-nucha-bachri-pilih-pantau-gejala-sebelum-ke-dokter-ef3fa554/.
Baca juga
KTM Hadirkan SX-E 2.12, Motor Trail Listrik untuk Pengendara Cilik dengan Motor 1,8 kW
KTM SX-E 2.12 2027, motor trail listrik anak dengan motor 1,8 kW, dijual di Inggris mulai £2.549 atau sekitar Rp60,5 juta pada pertengahan Oktober.
Terduga Pelaku Bully Telkom University Bertambah Jadi 4 Orang
Terduga pelaku perundungan seorang mahasiswa Telkom University bertambah jadi empat orang. Jumlah tersebut bertambah berdasarkan hasil pemeriksaan dan sidang internal yang dilakukan pihak kampus.
Chicco Kurniawan Merasa Dekat dengan Isu Kesehatan Mental di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati
Chicco Kurniawan Merasa Dekat dengan Isu Kesehatan Mental di Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Chicco Kurniawan menilai pemulihan kesehatan mental bukan proses sederhana yang cukup diselesaikan dengan bercerita atau menerima nasihat.
Tren Wellness Ubah Cara Konsumen Memilih Produk Kesehatan dan Kecantikan
Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan wellness konsumen Indonesia semakin beragam seiring perubahan gaya hidup dan meningkatnya perhatian terhadap kesehatan, serta perawatan diri.