Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Anak Sembuh dari Influenza, Kapan Bisa Masuk Sekolah?VIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Anak Sembuh dari Influenza, Kapan Bisa Masuk Sekolah?

Liputan6 Kesehatan 2 menit baca 346 kata
Anak Sembuh dari Influenza, Kapan Bisa Masuk Sekolah? — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Setelah demam, meriang, dan nyeri akibat influenza mulai mereda, banyak anak ingin segera kembali ke sekolah. Namun, kapan waktu yang tepat agar anak bisa kembali beraktivitas tanpa meningkatkan risiko menularkan influenza kepada teman-temannya?

Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT, dari UKK Infeksi Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan influenza paling mudah menular mulai satu hari sebelum gejala muncul hingga 3-5 hari setelah gejala muncul.

"Setelah lima hari (usai gejala muncul) mulai berkurang penularannya," kata Anggi dalam media briefing yang digelar IDAI secara daring.

Meski risiko penularan mulai berkurang setelah lima hari, bukan berarti anak sudah sepenuhnya tidak menularkan influenza. Menurut Anggi, anak masih dapat menularkan virus hingga sekitar 10 hari setelah gejala muncul.

"Ingat ya, anak itu penularannya lebih tinggi bisa sampai 10 hari," kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran bidang Ilmu Infeksi dan Penyakit Tropik Anak tersebut.

Risiko penularan pada anak ini berbeda dengan orang dewasa. Pada orang dewasa, risiko penularan influenza disebut mulai menurun setelah 24 jam tidak demam tanpa obat, serta kondisi seperti batuk dan lemas sudah membaik.

"Kalau orang dewasa masih ada batuk-batuk, masih lemas, ya jangan bekerja karena kemungkinan nular," pesannya.

Kenaikan Kasus Influenza di Indonesia Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa saat ini tengah terjadi peningkatan kasus influenza di Indonesia serta beberapa negara Asia Tenggara. Meski ada kenaikan, Budi mengungkapkan bahwa kasus masih terkendali.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berdasarkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026, kondisi tersebut masih berada dalam rentang medium dan belum menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan.

Hasil surveilans sentinel menunjukkan positivity rate influenza sebesar 56% pada minggu ke-38. Pada surveilans di puskesmas, aktivitas influenza telah berada pada kategori sedang (medium), sementara pada surveilans rumah sakit masih berada pada kategori rendah (low).

Virus yang dominan adalah Influenza A (H1N1pdm09) bukan H3N2 subclade K atau yang masyarakat sering sebut 'superflu'.

“Untuk yang disebut sebagai ‘superflu’ atau H3N2 subclade K, data yang kita pantau justru menunjukkan jumlah temuannya pada tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu. Jadi, kita perlu membedakan antara informasi yang beredar dengan kondisi berdasarkan data surveilans,” kata Budi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/anak-sembuh-dari-influenza-kapan-bisa-masuk-sekolah-e05bcbe8/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle