Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Arab Saudi kecam serangan Houthi sebagai eskalasi militerAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Internasional

Arab Saudi kecam serangan Houthi sebagai eskalasi militer

Antara 2 menit baca 424 kata
Arab Saudi kecam serangan Houthi sebagai eskalasi militer — gambar dari Antara
Gambar dari Antara. Ringkasan oleh Zona News.

Istanbul (ANTARA) - Arab Saudi pada Senin (5/10) mengecam serangan Houthi yang menargetkan sejumlah fasilitas sipil dan situs suci di kerajaan tersebut dan menyatakan bahwa kelompok itu telah memilih eskalasi militer meskipun Riyadh telah berupaya mendukung solusi politik di Yaman.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam tindakan Houthi yang terus menargetkan warga serta fasilitas sipil dan ekonomi.

Saudi mengecam "serangan terbuka dan berulang" terhadap kota suci Mekah dan Madinah.

Pihaknya juga mengecam serangan terhadap Ibu Kota Riyadh dan Kota Abha, Khamis Mushait, Jazan, Najran, Taif, serta Yanbu, termasuk serangan terhadap kapal-kapal Saudi di bagian selatan Laut Merah dan Selat Bab El-Mandeb.

Menurut Kemlu Saudi, Houthi menargetkan Mekah dan Madinah menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).

Namun hal itu telah dibantah oleh kelompok asal Yaman tersebut.

Serangan Houthi di lokasi lain di wilayah kerajaan, termasuk fasilitas produksi energi, telah menyebabkan jatuhnya korban luka di kalangan sipil serta menimbulkan kerusakan materi.

Saudi, jelasnya, memiliki "hak yang melekat" untuk mempertahankan wilayah, sumber daya, dan kedaulatan, serta mengambil segala Tindakan yang diperlukan demi melindungi warga negara dan penduduk.

Hak tersebut sesuai dengan hukum internasional, jelas pernyataan Kemlu.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa sejak Houthi mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada 2014, Saudi telah melakukan upaya berkelanjutan untuk mendukung solusi politik yang komprehensif dan langgeng.

agenda pihak asing".

Pihaknya juga memperbarui "dukungan politik dan militer penuh" bagi Dewan Kepemimpinan Presiden, pemerintah, dan rakyat Yaman untuk mengakhiri penguasaan Houthi dan memulihkan institusi negara.

Kementerian tersebut mendesak masyarakat internasional untuk memenuhi tanggung jawab mereka dan memberikan dukungan penuh kepada pemerintah Yaman dalam menghadapi Houthi, serta menghentikan ancaman yang ditimbulkan kelompok tersebut terhadap Yaman, kawasan, dan dunia.

Laporan kemajuan pasukan Yaman Pernyataan tersebut diumumkan menyusul pernyataan Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad Al-Alimi pada Senin (5/10), mengenai dimulainya operasi bersama "Fajar Yaman" atau Dawn on Yemen, yang bertujuan untuk memulihkan institusi negara, merebut kembali Ibu Kota Sanaa, dan mengakhiri penguasaan kelompok Houthi.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/arab-saudi-kecam-serangan-houthi-sebagai-eskalasi-militer-ad78abc1/.

Baca juga

Penusukan di Sekolah Turki, 1 Siswa SMP Tewas

Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10). Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional