Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Ayah-Ibu, Ini Tips Membimbing Anak Remaja yang Mulai PacaranThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Lifestyle

Ayah-Ibu, Ini Tips Membimbing Anak Remaja yang Mulai Pacaran

CNN Indonesia 3 menit baca 585 kata
Ayah-Ibu, Ini Tips Membimbing Anak Remaja yang Mulai Pacaran — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Beranjak remaja, anak sudah mulai penasaran dengan dunia asmara, bahkan tak sedikit di antara mereka yang ingin coba-coba pacaran.

Bagi orang tua, menangani anak remaja dalam fase ini tentu menantang. Di satu sisi, orang tua ingin anaknya terhindar dari masalah, di sisi lain ingin sang anak menikmati masa remajanya.

Tak sedikit pula orang tua yang berprinsip anak tak boleh berpacaran sama sekali dan itu perlu dihormati. Namun jika Anda adalah tipe orang tua yang membolehkan anak untuk pacaran, perhatikan beberapa hal berikut ini!

Kapan idealnya anak remaja boleh pacaran?

Tidak ada usia yang berlaku sama bagi setiap anak untuk mulai pacaran. Mengutip WebMD, American Academy of Pediatrics mencatat anak mulai berkencan rata-rata pada usia 12,5 tahun untuk perempuan dan 13,5 tahun untuk laki-laki.

Namun, sebagian dokter anak menyarankan agar remaja menunggu hingga usia 16 tahun sebelum menjalani kencan.

Angka tersebut bisa menjadi bahan awal untuk berdiskusi dengan anak remaja Anda, bukan aturan mutlak. Soalnya, kesiapan setiap anak berbeda, tergantung dari kematangan emosional, tanggung jawab, lingkungan, dan nilai keluarga yang diterapkan.

Ada pula remaja yang menyebut kegiatan bersama teman sebagai 'jalan bareng', meskipun belum menganggapnya sebagai hubungan serius.

Sebaiknya, Anda membicarakan topik pacaran sebelum anak mulai penasaran. Tanyakan pandangan anak tentang hubungan, lalu sampaikan nilai keluarga dengan tenang.

Dengan begitu, obrolan mengenai batasan terkait pacaran tidak terasa seperti larangan mendadak.

Cara membimbing anak remaja yang mulai pacaran Jika keinginan anak remaja untuk pacaran sulit dibendung, Anda sebagai orang tua membimbingnya untuk memiliki hubungan sehat. Berikut ini beberapa tipsnya:

1. Bangun komunikasi yang terbuka Mengutip laman All Pro Dad, cara pertama ajak anak berbicara dengan sejumlah pertanyaan sederhana. Misalnya, apa yang ia sukai dari pacarnya atau kegiatan apa yang biasa mereka lakukan bersama.

Dengarkan jawabannya tanpa buru-buru menghakimi. Ketika anak merasa aman untuk bercerita, ia lebih mungkin meminta bantuan jika menghadapi masalah.

2. Hargai perasaan anak Bagi orang dewasa, hubungan yang baru berjalan beberapa minggu mungkin tampak sepele dan menggelikan. Namun bagi anak remaja, perasaan tersebut bisa terasa sangat serius.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/ayah-ibu-ini-tips-membimbing-anak-remaja-yang-mulai-pacaran-9ff6357d/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle