Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Bank DBS Indonesia Ungkap Peluang Sustainability di 5 Sektor StrategisIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Ekonomi

Bank DBS Indonesia Ungkap Peluang Sustainability di 5 Sektor Strategis

CNN Ekonomi 3 menit baca 622 kata
Bank DBS Indonesia Ungkap Peluang Sustainability di 5 Sektor Strategis — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

Lanskap bisnis global yang semakin kompleks saat ini memperlihatkan bahwa isu sustainability berkembang jauh lebih strategis, tak lagi sebagai agenda kepatuhan terkait pelaporan ESG, pengelolaan emisi, atau pemenuhan ekspektasi regulator.

Ketahanan energi, transformasi digital, perubahan rantai pasok global, ketahanan pangan, hingga tuntutan terhadap produk rendah karbon mulai mempengaruhi keputusan investasi, alokasi modal, dan arah pertumbuhan perusahaan.

Perubahan itu dipaparkan dalam riset Bank DBS Indonesia bertajuk The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks, yang mengulas keterkaitan sustainability dengan daya saing dan ketahanan bisnis di lima sektor strategis Indonesia, yaitu energi; teknologi, media dan telekomunikasi; kesehatan dan farmasi; pangan dan agribisnis; serta logam dan pertambangan.

Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin menyampaikan, perusahaan kini membutuhkan perspektif yang tepat untuk menentukan prioritas, serta mengambil keputusan strategis dalam jangka panjang. Namun, setiap sektor memiliki dinamika dan tantangan yang berbeda dalam menjalani transisi tersebut.

Dalam kebutuhan itu, Bank DBS Indonesia hadir sebagai mitra terpercaya bagi korporasi yang menyediakan insights yang relevan dan terarah dalam menavigasi perubahan di berbagai sektor strategis.

"Upaya ini dilakukan dalam membantu dunia usaha lebih memahami peluang, mengantisipasi risiko, sekaligus mengambil langkah yang tepat untuk pertumbuhan jangka panjang," ujar Anthonius.

Bank DBS Indonesia pun telah mengidentifikasi sejumlah area yang berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan baru di berbagai sektor strategis.

Di sektor energi, fokus bergeser menuju elektrifikasi. Pertumbuhan kendaraan listrik, pusat data, AI, hilirisasi industri, dan elektrifikasi rumah tangga diproyeksikan meningkatkan kebutuhan listrik Indonesia secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan.

Kondisi ini membuka peluang pada pengembangan energi terbarukan, battery energy storage system (BESS), transmisi listrik, modernisasi jaringan, serta infrastruktur elektrifikasi.

Di sektor teknologi, pertumbuhan ekonomi digital dan AI mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur digital yang lebih canggih.

Green data center, cloud infrastructure, cybersecurity, dan infrastruktur pendukung AI semakin menjadi area investasi strategis yang dapat menentukan daya saing Indonesia sebagai hub digital regional.

Sementara itu, sektor kesehatan menghadapi peluang yang muncul dari kebutuhan memperkuat ketahanan rantai pasok farmasi, pengembangan kapasitas layanan spesialis, dan peningkatan akses terhadap pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas.

Di agribisnis, fokus pertumbuhan mulai bergeser dari ekspansi menjadi produktivitas. Teknologi pertanian, traceability, cold chain, dan efisiensi rantai pasok menjadi semakin penting untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing industri.

Adapun di sektor logam dan pertambangan, peluang hadir dari kemampuan menciptakan nilai tambah melalui komponen baterai, battery energy storage systems (BESS), daur ulang baterai, serta pengembangan produk logam rendah karbon yang mampu memenuhi standar global yang terus berkembang.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bank-dbs-indonesia-ungkap-peluang-sustainability-di-5-sektor-strategis-9aa81c3b/.

Baca juga

Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata

Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…

Detik

Semua berita Ekonomi