Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

BI Dorong Perlindungan Hak Cipta Tenun NTT agar Nilai Ekonominya NaikVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

BI Dorong Perlindungan Hak Cipta Tenun NTT agar Nilai Ekonominya Naik

CNN Ekonomi 2 menit baca 304 kata
BI Dorong Perlindungan Hak Cipta Tenun NTT agar Nilai Ekonominya Naik — gambar dari CNN Ekonomi
Gambar dari CNN Ekonomi. Ringkasan oleh Zona News.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mendorong penguatan perlindungan hak cipta terhadap motif dan karya tenun Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dinilai penting untuk melindungi penenun sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (4/10), Destry mengatakan perlindungan hak kekayaan intelektual dapat memastikan karya lokal tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat yang membuatnya.

Perlindungan tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu produk tenun menjangkau pasar yang lebih luas. Destry menyampaikan hal itu dalam Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026 di Kupang, Sabtu (3/10). Pameran tersebut menampilkan produk tenun, kuliner, dan kopi.

Menurut Destry, pengembangan produk unggulan daerah merupakan bagian penting dalam membangun perekonomian NTT. Keberagaman produk lokal, mulai dari tenun hingga kopi dan kuliner, memiliki potensi ekonomi yang perlu dikembangkan secara optimal.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana mengatakan, peningkatan kapasitas produksi perlu diiringi sejumlah kemampuan pelaku usaha.

Kemampuan tersebut, antara lain memahami kebutuhan konsumen, memenuhi standar kualitas, serta membangun hubungan berkelanjutan dengan pembeli dan mitra usaha.

"Kita ingin UMKM tidak hanya mampu memproduksi, tetapi juga mampu membaca kebutuhan pasar, menghasilkan produk yang berkualitas, dan terhubung dengan rantai pasok. Untuk itu, akses pasar harus menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM," kata Reghi, dilansir Antara.

Ia menambahkan, akses terhadap pembeli, pembiayaan, pasar ekspor, dan rantai pasok dibutuhkan agar peningkatan kualitas produk dapat menghasilkan transaksi serta mendorong pertumbuhan usaha.

Penguatan UMKM, kata Reghi, tidak cukup hanya dengan memperbesar kemampuan produksi. Produk juga perlu memiliki jalur pemasaran dan mampu memenuhi kebutuhan konsumen.

Kementerian UMKM berharap kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, BI, perbankan, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dapat membantu lebih banyak produk UMKM NTT memenuhi standar pasar.

Dengan demikian, produk lokal diharapkan dapat masuk ke rantai pasok yang lebih luas dan bersaing di pasar nasional maupun global.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bi-dorong-perlindungan-hak-cipta-tenun-ntt-agar-nilai-ekonominya-naik-a95054c3/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi