Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

BI Sebut Inflasi September 2026 Masih TerjagaPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Ekonomi

BI Sebut Inflasi September 2026 Masih Terjaga

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 432 kata
BI Sebut Inflasi September 2026 Masih Terjaga — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 tercatat mengalami inflasi 0,30% (Month to Month/mtm), sehingga secara tahunan IHK mengalami inflasi 3,28%, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Ramdan Denny Prakoso menuturkan, inflasi yang tetap terjaga dalam kisaran sasarannya.

Hal ini merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah (pusat dan daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) serta penguatan implementasi Program Ketahanan Pangan Nasional.

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2026 dan 2027,” ujar Ramdan dikutip dari laman BI, Jumat (2/10/2026).

Selain itu, inflasi kelompok inti dinilai tetap terjaga. Inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 0,10% (mtm), lebih rendah dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,21% (mtm).

Adapun perkembangan inflasi inti tersebut dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi yang tetap terjaga di tengah masih tingginya harga komoditas global. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah biaya kuliah akademi/perguruan tinggi.

Secara tahunan, inflasi inti pada September 2026 tercatat sebesar 2,84% (yoy), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,92% (yoy).

"Inflasi inti secara tahunan ini antara lain banyak disumbang oleh komoditas emas perhiasan sejalan dengan kenaikan harga emas dunia,” kata Ramdan.

Inflasi Volatile Food Demikian juga inflasi kelompok volatile food tetap terkendali. Kelompok volatile food pada September 2026 mengalami inflasi sebesar 1,46% (mtm), lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang tercatat inflasi sebesar 0,88% (mtm).

Inflasi kelompok volatile food disumbang terutama oleh komoditas cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras, seiring penurunan produksi di beberapa daerah sentra terutama akibat gangguan cuaca, serta kenaikan biaya input produksi. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,03% (yoy), lebih tinggi dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 4,06% (yoy).

"Ke depan, inflasi volatile food diprakirakan tetap terkendali, didukung oleh sinergi erat pengendalian inflasi Bank Indonesia bersama TPIP dan TPID, serta implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), termasuk antisipasi dampak gangguan cuaca ekstrem (El Nino) terhadap harga bahan pangan,” ujar Ramdan.

Kelompok administered prices pada September 2026 mengalami inflasi yang rendah mendekati 0% (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan realisasi pada bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,33% (mtm).

Inflasi kelompok administered prices terutama disumbang oleh bensin dan solar seiring peningkatan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex pada September 2026 di tengah penurunan tarif angkutan udara. Secara tahunan, kelompok administered prices tercatat inflasi sebesar 3,25% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,32% (yoy).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/bi-sebut-inflasi-september-2026-masih-terjaga-b79bf613/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi