Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Data Center Jatiluhur Stop Sementara, Dampak Lingkungan Jadi SorotanPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Teknologi

Data Center Jatiluhur Stop Sementara, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan

CNN Teknologi 4 menit baca 856 kata
Data Center Jatiluhur Stop Sementara, Dampak Lingkungan Jadi Sorotan — gambar dari CNN Teknologi
Gambar dari CNN Teknologi. Ringkasan oleh Zona News.

Para pakar menilai proyek data center berbasis kecerdasan buatan (AI) senilai Rp3,5 triliun milik BDx Data Centers di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta yang saat ini sedang dihentikan sementara berpotensi berdampak bagi ekosistem dan masyarakat di lingkungan sekitar. Proyek ini dinilai memerlukan kajian mendalam dan penyusunan regulasi khusus.

Sejumlah pihak mengkhawatirkan dampak buruk proyek ini terhadap ekosistem sekitar akibat kebutuhan listrik yang besar mencapai 640 megawatt dan kebutuhan air yang masif untuk sistem pendinginan selama pengoperasiannya.

Ahli teknologi pengelolaan lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (FTSL ITB) Mariana Marselina menilai pembangunan data center di Jatiluhur ini perlu dilihat sebagai pembangunan infrastruktur dengan kebutuhan sumber daya yang sangat besar, sehingga perlu memperhatikan kebutuhan dan dampaknya bagi lingkungan.

"Potensi dampak ekologis yang perlu dikaji antara lain tentu saja terkait penggunaan air untuk sistem pendinginan, kebutuhan energi yang besar, karakteristik air limbah, perubahan tata guna lahan dan limpasan permukaan, kebisingan, panas buangan, serta dampak tidak langsung terhadap masyarakat yang juga bergantung pada sumber daya air yang sama," kata Marselina kepada CNNIndonesia.com, Kamis (1/10).

Menurutnya, isu air menjadi sangat penting diperhatikan karena Waduk Jatiluhur sendiri memiliki banyak fungsi bagi masyarakat, sehingga perlu analisis mengenai apakah tambahan kebutuhan air data center tetap dapat dipenuhi pada kondisi normal maupun musim kemarau tanpa mengurangi kebutuhan yang ada seperti air baku, irigasi, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

"Kekhawatiran yang timbul (terkait data center) tersebut saya rasa wajar ya dan justru perlu dijawab dengan data. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan informasi bahwa airnya cukup," tuturnya.

Menurut Marselina, masyarakat juga perlu mengetahui berapa kebutuhan airnya, dari mana sumbernya, bagaimana sistem pengambilannya, bagaimana kondisi pada musim kemarau, dan apakah kebutuhan masyarakat sudah diprioritaskan.

Ia memandang idealnya data center menerapkan konsep resource-efficient dengan menggunakan teknologi pendinginan yang membutuhkan air lebih sedikit, penggunaan air daur ulang, pengolahan air limbah, efisiensi energi, pengendalian limpasan, serta sistem monitoring air dan lingkungan secara real-time.

"Yang juga sangat penting adalah pembangunan dilakukan bertahap mengikuti hasil evaluasi daya dukung dan daya tampung lingkungan. Jadi bukan hanya menentukan kapasitas maksimum data center dari sisi bisnis dan listrik, tetapi juga menentukan apakah kapasitas tersebut masih dapat ditopang oleh sumber daya air dan lingkungan setempat," tegas Marselina.

Marselina juga mengatakan regulasi lingkungan dan tata ruang yang telah berlaku juga harus dipenuhi sesuai proses yang ada. Hal tersebut untuk menilai apakah dampak-dampak yang akan muncul sudah diperkirakan dan sudah dipikirkan mitigasi atau pengelolaannya.

Sebagai contoh, kata dia, PP Nomor 22 Tahun 2021 yang mengatur penyelenggaraan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Permen LHK Nomor 4 Tahun 2021 yang mengatur daftar kegiatan yang wajib AMDAL, UKL-UPL, atau SPPL.

Selain itu, dari sisi tata ruang juga ada PP Nomor 21 Tahun 2021 yang mengatur perencanaan, pemanfaatan, pengendalian dan pengawasan tata ruang, termasuk kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang.

Dari sisi bangunan, ia menyinggung PP Nomor 16 Tahun 2021 mengenai penyelenggaraan bangunan gedung dan PBG.

"Data center modern, khususnya yang digunakan untuk AI kan mempunyai karakteristik yang berbeda dibandingkan bangunan komersial biasa. Karena itu, kajiannya harus mampu melihat dampak kumulatif, termasuk apabila di suatu wilayah akan berkembang beberapa data center sekaligus," terang Marselina.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/data-center-jatiluhur-stop-sementara-dampak-lingkungan-jadi-sorotan-3410c879/.

Baca juga

Waspada Situs Scam Pre-order iPhone Bisa Curi Data

Situs penipuan berkedok pre-order iPhone Duo berupaya mengecoh pengguna iPhone yang antusias terhadap ponsel lipat pertama Apple. Dengan iming-iming potongan harga US$500, situs tersebut bisa mencuri data pribadi hingga informasi dompet kripto ketika korban membuka halamannya.

CNN Indonesia

Semua berita Teknologi