Lewati ke konten

Jumat, 2 Oktober 2026964 berita

Dinkes Depok Evaluasi Puskesmas Usai Ibu Kehilangan Bayi dan RahimPolisi Selidiki Wanita Dianiaya Usai Dituduh Curi Amplop Hajatan di JakselVIDEO: Polisi Bongkar Laboratorium Rahasia Produksi Vape EtomidateThailand Cabut Kewarganegaraan Pengusaha Israel, Ini AlasannyaRusia tegaskan akan merespons atas ancaman terhadap KaliningradTempat Taco di Jakarta yang Sering Direkomendasikan, Bisa Dipesan di GrabFoodKepala BGN minta pemda kontribusi sidak SPPG pastikan keamanan panganPihak Richard Lee Soroti Alokasi Waktu Sidang, Tuntut Kesetaraan Hak Pembelaan di Depan HakimBupati Gowa Tak Ditahan Usai Diperiksa Kortas Tipikor PolriSertijab Kapolri dari Listyo ke Suyudi Digelar Sore Ini
Lifestyle

Dinkes Depok Evaluasi Puskesmas Usai Ibu Kehilangan Bayi dan Rahim

Liputan6 News 4 menit baca 732 kata
Dinkes Depok Evaluasi Puskesmas Usai Ibu Kehilangan Bayi dan Rahim — gambar dari Liputan6 News
Gambar dari Liputan6 News. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan Kota Depok mengakui seorang ibu mengalami trauma setelah kehilangan bayi dan rahim saat proses persalinan di UPTD Puskesmas Tapos hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Hal itu disampaikan Devi seusai mendampingi kunjungan Komisi D DPRD Kota Depok ke UPTD Puskesmas Tapos.

"Insya Allah kita akan berkolaborasi dengan Dinas terkait untuk pendampingan psikologis," ujar Devi, Jumat (2/10/2026).

Dinkes Depok akan memberikan pendampingan agar pasien tetap dapat melakukan kontrol kesehatan di fasilitas kesehatan lain. Menurut Devi, pasien masih mengalami trauma setelah peristiwa tersebut.

"Kita juga tawarkan untuk rumah sakit yang bukan tempat beliau bersalin karena masih trauma juga dan kita akan dampingi, bahkan mungkin kita bisa alihkan dan kembalikan kontrolnya," jelas Devi.

Devi mengatakan Dinkes Depok masih menunggu hasil audit terkait peristiwa yang menyebabkan pasien kehilangan bayi dan rahim. Pihaknya belum dapat memastikan apakah terdapat kesalahan prosedur dalam penanganan persalinan tersebut.

"Kita belum tahu hasil auditnya seperti apa, untuk pra-rujukan tindakan mana yang salah atau ada yang kesalahan, atau ada yang miss, atau yang harusnya tidak dilakukan malah dilakukan, atau sebaliknya, nah itu kami belum bisa memutuskan," terang Devi.

Dinkes Depok juga akan mengevaluasi seluruh puskesmas yang menyediakan layanan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Kota Depok. Evaluasi dilakukan untuk mencegah kesalahan dalam penanganan persalinan.

"Kita akan melakukan evaluasi SOP, kemudian kinerja mereka, dan SDM mereka, sejauh mana kompetensi mereka itu kami akan evaluasi ulang," ucap Devi.

Selain itu, Dinkes telah memberikan penjelasan kepada Komisi D DPRD Kota Depok terkait rangkaian peristiwa di puskesmas hingga proses rujukan ke rumah sakit. Dinkes juga telah mengajukan permohonan audit dengan melibatkan dokter dari RSPAD Gatot Subroto.

"Nah itu kami sudah melapor dan sudah mengajukan permohonan untuk dilakukan audit, karena memang dokternya dua. Jadi ini lagi mencari waktu ya dokter anak dan SpOG, mencari waktu agar dua-duanya bisa bersamaan," ungkap Devi.

Dinkes Depok akan memberikan informasi lanjutan setelah audit terhadap puskesmas dan rumah sakit selesai dilakukan. Hasil audit nantinya akan disampaikan kembali kepada Dinkes.

"Intinya selama ini hasil audit maternal perinatal itu kami sampaikan feedback kembali ke rumah sakit. Mereka menyerahkan kepada yang meminta, dalam hal ini Dinkes. Kemudian kami serahkan hasil dan rekomendasi dari hasil audit itu yang ditandatangani saya, ke rumah sakit yang bersangkutan," tutur Devi.

DPRD Depok Turun Tangan Sebelumnya, Komisi D DPRD Kota Depok turun tangan setelah menerima laporan dugaan kelalaian di UPTD Puskesmas Tapos yang diduga menyebabkan seorang ibu kehilangan bayi dan rahim.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/dinkes-depok-evaluasi-puskesmas-usai-ibu-kehilangan-bayi-dan-rahim-d3583541/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle