Era Insentif Berakhir, China Mulai Kena Pajak Baterai Mobil Listrik
Liputan6.com, Jakarta - China mulai mengurangi berbagai insentif untuk kendaraan listrik. Salah satu kebijakan yang berubah adalah berakhirnya pembebasan pajak konsumsi untuk baterai lithium-ion, yang telah berlaku selama 11 tahun.
Disitat dari Nikkei Asia, Selasa (65/10/2026), China sebelumnya memberikan keringanan pajak untuk baterai lithium-ion sebagai bagian dari upaya mendorong perkembangan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV). Namun, mulai 1 September 2026, baterai lithium-ion yang digunakan untuk NEV, termasuk mobil listrik dan plug-in hybrid (PHEV), kembali dikenakan pajak konsumsi sebesar 2 persen.
Besaran pajak tersebut tidak berhenti di angka 2 persen. Pemerintah China bahkan telah menetapkan tarifnya akan meningkat menjadi 4 persen mulai September 2027. Artinya, produsen baterai dan mobil listrik di Negeri Tirai Bambu harus menghadapi tambahan beban biaya setelah selama lebih dari satu dekade menikmati pembebasan pajak.
Kebijakan ini menjadi perhatian besar karena China merupakan pasar NEV terbesar di dunia. Bahkan, penjualan NEV di negara tersebut tercatat jadi yang tertinggi secara global selama 11 tahun berturut-turut.
Dengan persaingan industri otomotif China yang semakin ketat, tambahan biaya dari sektor baterai berpotensi memberikan tekanan baru kepada para produsen.
Di sisi lain, Beijing masih memberikan dukungan pajak untuk teknologi baterai generasi berikutnya. Baterai berbasis sodium-ion dan solid-state masih mendapatkan keringanan, menunjukkan adanya pergeseran arah dukungan pemerintah dari teknologi lithium-ion yang sudah semakin mapan menuju teknologi baru.
Penjualan NEV Melambat Pengurangan insentif tersebut juga terjadi ketika pertumbuhan permintaan kendaraan listrik mulai melambat. Jika produsen tidak mampu meneruskan tambahan biaya kepada konsumen melalui kenaikan harga kendaraan, produsen kemungkinan harus menyerap beban tersebut.
Dengan berakhirnya pembebasan pajak baterai lithium-ion dan rencana penghentian pembebasan pajak pembelian kendaraan pada 2028, industri otomotif China memasuki fase baru.
Pengurangan dukungan pemerintah berpotensi memicu seleksi yang lebih ketat di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin padat.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/era-insentif-berakhir-china-mulai-kena-pajak-baterai-mobil-listrik-6e306693/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.