Geely dan NIO Bikin Gebrakan Baru di Era Mobil Listrik
Liputan6.com, Jakarta - Geely Holding Group dan NIO perkuat kerja sama strategis di sektor kendaraan listrik, khususnya dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya dan battery swapping atau tukar baterai.
Kemitraan yang telah berjalan sejak 2023 ini, mencakup pengembangan teknologi dan standar bersama, integrasi jaringan serta layanan, hingga sinergi investasi untuk memperluas akses energi kendaraan listrik.
CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, menilai perkembangan industri otomotif tidak cukup hanya mengandalkan skala.
Menurutnya, industri juga membutuhkan rantai pasok yang lebih andal, efisiensi lebih tinggi, serta pengembangan yang aman, ramah lingkungan, dan kolaboratif.
"Jaringan pengisian daya adalah infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna," ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026).
Dalam kesepakatan terbaru tersebut, Geely Holding Group akan berinvestasi di NIO Power, dengan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di Yiyi Internet Technology Co., Ltd. (Yiyi Power), sekaligus menyuntikkan dana tunai sebesar RMB 640 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. Setelah transaksi rampung, Geely akan menguasai 30 persen saham NIO Power.
Kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat penggunaan teknologi battery swapping, terutama bagi kebutuhan armada komersial dan pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.
Geely Holding akan mengembangkan kendaraan penumpang yang kompatibel dengan sistem pertukaran baterai, sedangkan NIO Power menyediakan layanan battery swapping untuk model-model tersebut.
Kedua perusahaan juga akan mengembangkan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk kendaraan penumpang.
Langkah ini diharapkan memperluas pilihan solusi energi bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus menciptakan pengalaman mobilitas yang lebih efisien.
Perkembangan EV Pintar di China Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li mengatakan industri kendaraan listrik pintar di China berkembang pesat selama satu dekade terakhir, berkat kemajuan teknologi dan inovasi.
"Ke depan, industri tidak hanya perlu terus berinovasi, tetapi juga semakin efisien dalam mengubah inovasi menjadi nilai tambah bagi pengguna," kata William Li.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut menggabungkan kekuatan kedua perusahaan melalui kolaborasi di bidang teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi.
Selain battery swapping, kolaborasi turut mencakup sektor smart charging. NIO akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. (Haohan Energy), anak usaha Geely Holding.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/geely-dan-nio-bikin-gebrakan-baru-di-era-mobil-listrik-f91ca8b8/.
Baca juga
Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Jakarta (ANTARA) - Legenda bola basket Indonesia Fictor Gideon Roring menilai jumlah pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) All Indonesian perlu ditambah agar pemain lokal memperoleh menit bermain lebih banyak, sekaligus mendukung kebutuhan timnas putra Indonesia secara…
Luca Marini Belajar dari Pengalaman Antisipasi Cuaca Buruk MotoGP Indonesia 2026
Liputan6.com, Jakarta - Pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini percaya diri menghadapi MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika yang berlangsung 9-11 Oktober mendatang. Meski ada kemungkinan cuaca tidak bersahabat, Marini mengaku sudah belajar dari pengalaman di GP Jepang kemarin.
Persija Jakarta jaga kebugaran untuk hadapi jadwal padat
Jakarta (ANTARA) - Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menjelaskan tim asuhannya terus berusaha menjaga kebugaran untuk menghadapi jadwal padat yang mereka hadapi pada Oktober ini.
Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan
FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia Masuki Era Baru, Piala Asia 2027 Jadi Harapan Juara ASEAN Cup 2026 jadi awal era baru Timnas Indonesia. Calvin Verdonk dan kolega kini menatap tantangan besar di Piala Asia 2027.