Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262728 berita

Geely dan NIO Bikin Gebrakan Baru di Era Mobil ListrikThe Future Fest 2026 perluas akses pendidikan tinggiFictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyakMarc Marquez: Tolong Doakan Saya Finis di MotoGP Mandalika 2026Menteri PKP pastikan program bedah rumah di Bandung tepat sasaranEgy Maulana Vikri bersyukur akhirnya bisa antar Timnas Indonesia juaraRelawan Gibran Sujud Syukur Usai MK Tak Terima Gugatan Denny Indrayana DkkKejagung siapkan 34 JPU untuk sidang perdana Febrie AdriansyahMK putuskan gugatan terhadap ijazah Wapres Gibran tidak diterimaClaresta Taufan sebut tema film "Bapak Paling Jujur" bikin deg-degan
Olahraga

Geely dan NIO Bikin Gebrakan Baru di Era Mobil Listrik

Liputan6 Otomotif 2 menit baca 391 kata
Geely dan NIO Bikin Gebrakan Baru di Era Mobil Listrik — gambar dari Liputan6 Otomotif
Gambar dari Liputan6 Otomotif. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Geely Holding Group dan NIO perkuat kerja sama strategis di sektor kendaraan listrik, khususnya dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya dan battery swapping atau tukar baterai.

Kemitraan yang telah berjalan sejak 2023 ini, mencakup pengembangan teknologi dan standar bersama, integrasi jaringan serta layanan, hingga sinergi investasi untuk memperluas akses energi kendaraan listrik.

CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, menilai perkembangan industri otomotif tidak cukup hanya mengandalkan skala.

Menurutnya, industri juga membutuhkan rantai pasok yang lebih andal, efisiensi lebih tinggi, serta pengembangan yang aman, ramah lingkungan, dan kolaboratif.

"Jaringan pengisian daya adalah infrastruktur publik yang dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, jaringan ini perlu dibangun bersama, digunakan secara terbuka, dan terhubung antarsistem agar dapat memberikan nilai lebih besar bagi pengguna," ujarnya, dalam keterangan resmi, Senin (5/10/2026).

Dalam kesepakatan terbaru tersebut, Geely Holding Group akan berinvestasi di NIO Power, dengan mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di Yiyi Internet Technology Co., Ltd. (Yiyi Power), sekaligus menyuntikkan dana tunai sebesar RMB 640 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun. Setelah transaksi rampung, Geely akan menguasai 30 persen saham NIO Power.

Kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat penggunaan teknologi battery swapping, terutama bagi kebutuhan armada komersial dan pengembangan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power.

Geely Holding akan mengembangkan kendaraan penumpang yang kompatibel dengan sistem pertukaran baterai, sedangkan NIO Power menyediakan layanan battery swapping untuk model-model tersebut.

Kedua perusahaan juga akan mengembangkan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk kendaraan penumpang.

Langkah ini diharapkan memperluas pilihan solusi energi bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus menciptakan pengalaman mobilitas yang lebih efisien.

Perkembangan EV Pintar di China Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li mengatakan industri kendaraan listrik pintar di China berkembang pesat selama satu dekade terakhir, berkat kemajuan teknologi dan inovasi.

"Ke depan, industri tidak hanya perlu terus berinovasi, tetapi juga semakin efisien dalam mengubah inovasi menjadi nilai tambah bagi pengguna," kata William Li.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut menggabungkan kekuatan kedua perusahaan melalui kolaborasi di bidang teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi.

Selain battery swapping, kolaborasi turut mencakup sektor smart charging. NIO akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. (Haohan Energy), anak usaha Geely Holding.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/geely-dan-nio-bikin-gebrakan-baru-di-era-mobil-listrik-f91ca8b8/.

Baca juga

Semua berita Olahraga