Geo Dipa: Investasi Hijau RI Bisa Capai Rp1.073 T, Dorong PDB 6 Persen
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis memperkirakan kebutuhan investasi hijau Indonesia yang dapat mencapai US$45 miliar-US$60 miliar atau sekitar Rp804,9 triliun hingga Rp1.073 triliun (asumsi kurs Rp17.890 per dolar AS) berpotensi mendorong Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 6 persen.
Yudistian mengatakan kebutuhan investasi tersebut mencakup sisi penyediaan energi terbarukan dan pengembangan industri yang membutuhkan energi hijau.
"Kalau kita proyeksikan di Indonesia maka tambahan investasi hijau yang kita butuhkan untuk melingkar ini itu ada dua hal, sisi penyediaan energinya sama sisi industrinya sendiri itu hampir US$45 miliar sampai US$60 miliar," ujar Yudistian dalam media gathering, Jumat (2/10).
"Dengan harapan dia bisa menambah potensi tambahan PDB nasional sekitar 6 persen. Mungkin ini terlalu ini, tapi menurut saya maksimum mungkin 6 persen dia bisa nambah," sambungnya.
Yudistian menjelaskan potensi tersebut berasal dari pengembangan ekosistem industri hijau, termasuk penyediaan energi terbarukan untuk manufaktur ekspor, tekstil, kendaraan listrik, pusat data, hingga industri pengolahan mineral.
Ia mengatakan kebutuhan listrik industri hijau pada 2026-2034 diperkirakan dapat meningkat 3,5 hingga 5,3 kali lipat apabila pasokan energi terbarukan dapat dihubungkan dengan sektor-sektor industri tersebut.
Terbitkan Obligasi Untuk mendukung kebutuhan pendanaan ekspansi, perusahaan juga menyiapkan skema pembiayaan kreatif melalui penerbitan obligasi atau bond.
Yudistian mengatakan penerbitan obligasi tersebut direncanakan masuk dalam strategi pendanaan perusahaan. Berbeda dengan aksi penawaran umum perdana saham atau IPO, penerbitan bond tidak mengubah kepemilikan perusahaan.
"Salah satu karena dibilang mulai mencari creative financing, salah satu yang kita siapkan adalah bond yang mau kita lepas," ujar Yudistian.
Menurut Yudistian, Geo Dipa tengah mengkaji waktu penerbitan dan nilai obligasi yang akan ditawarkan. Penerbitan tersebut ditargetkan mulai disiapkan pada tahun depan sebagai salah satu sumber pendanaan untuk kebutuhan ekuitas perusahaan.
"Mungkin di tahun depan kita lagi menyiapkan kajiannya kapan bond itu, bond-nya kapan dan berapa secara yang ditawarkan untuk menjadi sumber pendanaan untuk equity," jelasnya.
Ia mengatakan skema bond dipilih karena pengelolaan perusahaan tetap berada di tangan perusahaan. Pemegang bond nantinya memiliki hak atas pembayaran kupon sesuai ketentuan penerbitan.
"Kalau bond itu kan hanya nilai tertentu yang kita mau lepas dan pengelolaan perusahaan masih di dalam kita," katanya.
Geo Dipa sendiri telah mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) dari APBN sekitar Rp1,3 triliun. Dana tersebut digunakan sebagai ekuitas pendamping pinjaman dari bank pembangunan untuk proyek yang tengah diambil.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/geo-dipa-investasi-hijau-ri-bisa-capai-rp1073-t-dorong-pdb-6-persen-6fd74dba/.
Baca juga
Ini Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan rencana pembicaraan dengan Danantara terkait kebijakan impor KRL dari Jepang.
BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI resmi menghadirkan BRImo Junior, layanan mobile banking yang diperuntukkan bagi nasabah anak hingga usia 17 tahun.
Dari Dusun Bambu ke EIGER Nature: Menteri LH Dorong Ekowisata
Pengembangan inisiatif berbasis alam yang memadukan pemulihan lingkungan, aktivitas ekonomi, edukasi, dan keterlibatan masyarakat mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Dusun…
Harga Solar di Inggris Tembus Rp 48 Ribu per Liter, Rekor Baru
Liputan6.com, Jakarta - Menteri Transportasi Inggris, Keir Mather menyebut bahwa pasokan diesel atau solar di negaranya tetap kuat meski harganya menembus rekor tertinggi dan kekhawatiran atas pasokan bahan bakar global kian meningkat.