Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Green Party Inggris Bersiap Cap Zionisme sebagai RasismeVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

Green Party Inggris Bersiap Cap Zionisme sebagai Rasisme

CNN Internasional 2 menit baca 477 kata
Green Party Inggris Bersiap Cap Zionisme sebagai Rasisme — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Green Party Inggris memilih mengklasifikasikan Zionisme sebagai bentuk rasisme. Keputusan itu memicu kecaman dari kelompok Yahudi Inggris dan pemerintah Israel.

Mosi tersebut disahkan dalam pemungutan suara pada Minggu (4/10) dengan 1.022 suara berbanding 813 suara. Green Party menyebut Zionisme sebagai "proyek politik etnonasionalis" dan kembali mendesak pemerintah Inggris menghentikan seluruh perdagangan senjata dengan Israel.

Partai yang meraih sekitar 6 persen suara dalam pemilu nasional Inggris 2024 itu juga mendukung hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Palestina. Mereka menyerukan pembentukan satu negara demokratis di seluruh wilayah Palestina bersejarah.

"Mosi tersebut juga menegaskan kembali dukungan Green Party terhadap hak penentuan nasib sendiri dan menyerukan pembentukan negara demokratis tunggal di seluruh wilayah Palestina bersejarah," kata Green Party dalam pernyataannya, dikutip dari CNN.

Zionisme sendiri merupakan gerakan politik yang mendorong pembentukan dan keberlangsungan negara bagi bangsa Yahudi. Gerakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam berdirinya Israel pada abad ke-20.

Namun, definisi dan dampak Zionisme terhadap hak-hak warga non-Yahudi masih menjadi perdebatan. Sejumlah kelompok Yahudi mendefinisikan Zionisme sebagai hak bangsa Yahudi untuk menentukan nasib sendiri.

Ditentang tokoh Green Party Mosi tersebut tetap disahkan meski mendapat penolakan dari sejumlah tokoh senior Green Party.

Pemimpin Green Party Zack Polanski tidak ikut memberikan suara. Polanski dijadwalkan mencalonkan diri dalam pemilihan parlemen pada Kamis di daerah pemilihan London yang sebelumnya ditinggalkan mantan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Kelompok Yahudi Inggris kemudian mengecam keputusan tersebut.

"Green Party telah menjadikan antisemitisme sebagai kebijakan partai dan menjadi partai rasis," kata Gerakan untuk Yudaisme Progresif.

Kelompok itu juga mengatakan dukungan dari sebagian warga Yahudi terhadap mosi tersebut tidak berarti kebijakan itu tidak dapat digunakan untuk mendiskriminasi kelompok Yahudi lainnya.

Israel larang Pemimpin Green Party masuk Pemerintah Israel juga mengecam keputusan Green Party. Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar memutuskan melarang Polanski memasuki Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan mosi Green Party merupakan teks antisemit berdasarkan definisi Aliansi Peringatan Holocaust Internasional (IHRA). Menurut Israel, mosi tersebut menolak hak bangsa Yahudi untuk menentukan nasib sendiri.

Wakil Ketua Green Party Mothin Ali, yang mendukung mosi tersebut, mengatakan tingginya jumlah korban Palestina dalam perang Israel-Hamas menjadi salah satu konteks utama keputusan partai.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/green-party-inggris-bersiap-cap-zionisme-sebagai-rasisme-835c8552/.

Baca juga

Semua berita Internasional