Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Guntur Romli Soroti Kejanggalan Penganiayaan Koordinator BEM UI: Bukan Kejahatan Jalanan BiasaAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Nasional

Guntur Romli Soroti Kejanggalan Penganiayaan Koordinator BEM UI: Bukan Kejahatan Jalanan Biasa

Tribun 1 menit baca 297 kata
Guntur Romli Soroti Kejanggalan Penganiayaan Koordinator BEM UI: Bukan Kejahatan Jalanan Biasa — gambar dari Tribun
Gambar dari Tribun. Ringkasan oleh Zona News.

Guntur Romli Soroti Kejanggalan Penganiayaan Koordinator BEM UI: Bukan Kejahatan Jalanan Biasa Akibat serangan brutal tersebut, Hafidz mengalami cedera serius di bagian kepala, luka lebam, hingga bibir robek.

- PDIP mengutuk penganiayaan, perampasan, dan ancaman pembunuhan terhadap Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda.

- Hafidz mengalami cedera serius setelah diserang di Tebet, dengan ponsel korban menjadi sasaran utama pelaku.

- PDIP mendesak polisi mengusut tuntas dugaan aksi terencana, memeriksa bukti, menangkap pelaku, dan mengungkap aktor.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengutuk keras aksi penganiayaan, perampasan, hingga ancaman pembunuhan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda.

Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/10/2026) malam.

Saat itu, Hafidz tengah dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara konsolidasi.

Akibat serangan brutal tersebut, Hafidz mengalami cedera serius di bagian kepala, luka lebam, hingga bibir robek.

Juru Bicara PDIP, M. Guntur Romli, mencium adanya sejumlah kejanggalan di balik aksi kekerasan tersebut.

Ia menilai insiden berdarah ini bukanlah murni kejahatan jalanan atau begal biasa.

"Pelaku tidak mengambil motor maupun barang berharga lain, tetapi justru menyasar ponsel korban," kata Guntur Romli kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).

Guntur membeberkan fakta mengerikan lainnya. Fitur pelacak pada ponsel milik korban diketahui sudah dimatikan sebelum serangan itu terjadi.

Tak hanya itu, di lokasi kejadian juga ditemukan barang-barang tak lazim yang mengindikasikan adanya skenario terencana.

terhadap aktivis kampus merupakan bentuk teror nyata terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh UUD 1945.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/guntur-romli-soroti-kejanggalan-penganiayaan-koordinator-bem-ui-bukan-7868ba8b/.

Baca juga

Semua berita Nasional