Guntur Romli Soroti Kejanggalan Penganiayaan Koordinator BEM UI: Bukan Kejahatan Jalanan Biasa
Guntur Romli Soroti Kejanggalan Penganiayaan Koordinator BEM UI: Bukan Kejahatan Jalanan Biasa Akibat serangan brutal tersebut, Hafidz mengalami cedera serius di bagian kepala, luka lebam, hingga bibir robek.
- PDIP mengutuk penganiayaan, perampasan, dan ancaman pembunuhan terhadap Koordinator Sosial Politik BEM UI, Hafidz Hernanda.
- Hafidz mengalami cedera serius setelah diserang di Tebet, dengan ponsel korban menjadi sasaran utama pelaku.
- PDIP mendesak polisi mengusut tuntas dugaan aksi terencana, memeriksa bukti, menangkap pelaku, dan mengungkap aktor.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengutuk keras aksi penganiayaan, perampasan, hingga ancaman pembunuhan yang menimpa Koordinator Sosial dan Politik BEM UI, Hafidz Hernanda.
Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan, pada Minggu (4/10/2026) malam.
Saat itu, Hafidz tengah dalam perjalanan pulang usai menghadiri acara konsolidasi.
Akibat serangan brutal tersebut, Hafidz mengalami cedera serius di bagian kepala, luka lebam, hingga bibir robek.
Juru Bicara PDIP, M. Guntur Romli, mencium adanya sejumlah kejanggalan di balik aksi kekerasan tersebut.
Ia menilai insiden berdarah ini bukanlah murni kejahatan jalanan atau begal biasa.
"Pelaku tidak mengambil motor maupun barang berharga lain, tetapi justru menyasar ponsel korban," kata Guntur Romli kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Guntur membeberkan fakta mengerikan lainnya. Fitur pelacak pada ponsel milik korban diketahui sudah dimatikan sebelum serangan itu terjadi.
Tak hanya itu, di lokasi kejadian juga ditemukan barang-barang tak lazim yang mengindikasikan adanya skenario terencana.
terhadap aktivis kampus merupakan bentuk teror nyata terhadap kebebasan berpendapat yang dijamin oleh UUD 1945.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/guntur-romli-soroti-kejanggalan-penganiayaan-koordinator-bem-ui-bukan-7868ba8b/.
Baca juga
Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih Terbuka
JAKARTA - Upaya mediasi dalam proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie resmi dinyatakan kandas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan cerai kini masuk ke pembahasan pokok perkara.
Dulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan Gibran
Almas Tsaqibbirru meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memulai proses pemakzulan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono meminta Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menghitung kebutuhan tambahan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games dan Olimpiade.
Masalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di Malaysia
Video Chery Omoda 5 mengalami copot pada bagian as roda belakang viral di media sosial. Insiden yang diduga terjadi di Malaysia ini lantas menjadi perhatian warganet.