Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Hari Batik Nasional, PNM Dampingi Perajin Lewat KlasterisasiIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Lifestyle

Hari Batik Nasional, PNM Dampingi Perajin Lewat Klasterisasi

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 354 kata
Hari Batik Nasional, PNM Dampingi Perajin Lewat Klasterisasi — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Di balik tiap lembar kain batik, ada jemari para perajin di berbagai pelosok daerah yang tekun merawat warisan budaya bangsa. Momen Hari Batik Nasional menjadi pijakan bagi PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM untuk terus mendorong pelestarian tradisi ini melalui pemberdayaan perajin perempuan.

Langkah tersebut diwujudkan lewat fasilitas program klasterisasi batik di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jambi, Madiun, Magelang, hingga Lamongan. Program ini merupakan bentuk pembekalan terarah secara berkelompok dengan menyatukan para pengusaha batik sejenis di satu daerah agar dapat berkembang secara kolaboratif.

Direktur Utama PNM, Kindaris, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan cara PNM mengambil bagian dalam menjaga keberlanjutan batik pada peringatan Hari Batik Nasional.

"Kami ingin ikut menjaga batik lewat para pembuatnya. Melalui pembiayaan dan program pemberdayaan melalui klasterisasi, ibu-ibu para pembatik kami kumpulkan agar bisa belajar, berkarya, dan tumbuh bersama, sehingga batik tetap lestari dan usaha mereka semakin kuat," ujar Kindaris dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

Penerapan program ini disesuaikan dengan kebutuhan lokal perajin di setiap wilayah. Di Kelurahan Danau Teluk, Kota Jambi, klasterisasi diisi dengan rangkaian pelatihan membatik, pendampingan, hingga penyediaan akses pasar.

Pengembangan keterampilan berlanjut ke Desa Uteran, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, melalui pelatihan pembuatan batik ecoprint guna memicu kreativitas dan memperluas wawasan perajin.

Dirikan Kampung Binaan Batik Sementara itu di Desa Gandusari, Magelang, PNM mendirikan kampung binaan batik yang dilengkapi tempat pelatihan serta sarana pengunci warna. Para nasabah mendapatkan bimbingan langsung dari instruktur untuk menguasai teknik dari batik tradisional hingga ecoprint, disusul pelatihan pewarnaan demi menjaga mutu produk. Menariknya, fasilitas ini juga dibuka untuk pemanfaatan masyarakat umum di luar nasabah.

"Lewat klaster, para pembatik tidak lagi bekerja sendiri-sendiri. Mereka belajar bersama, memakai fasilitas bersama, dan saling membantu kalau ada kesulitan. Semangat gotong royong seperti inilah yang kami terapkan dalam pembinaan nasabah PNM secara berkelompok, karena kami yakin usaha yang dijalani bersama akan lebih mudah berkembang," tambah Kindaris.

Inisiatif klasterisasi ini mempertegas komitmen PNM dalam mendukung peringatan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober, semenjak batik Indonesia ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO. Bagi PNM, upaya melestarikan batik berawal dari memastikan para perajin di belakangnya tetap berdaya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/hari-batik-nasional-pnm-dampingi-perajin-lewat-klasterisasi-356ff757/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle