Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Insentif MBG Jadi Rp 2 Ribu per Porsi, Mitra Tak Untung BerlebihanVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Ekonomi

Insentif MBG Jadi Rp 2 Ribu per Porsi, Mitra Tak Untung Berlebihan

Liputan6 Bisnis 2 menit baca 342 kata
Insentif MBG Jadi Rp 2 Ribu per Porsi, Mitra Tak Untung Berlebihan — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono resmi memberlakukan insentif Rp 2 ribu per porsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini untuk mengatur keuntungan mitra dapur MBG menjadi lebih proporsional.

Sudaryono memastikan skema insentif ini sekaligus mengubah pola Rp 6 juta per hari. Menurut dia, skema ini menjadi lebih proporsional, mengingat berbedanyq skala produksi masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Jadi di awal dulu memang Rp 2.000 per porsi, begitu, kemudian ada, kebijakan jadi 6 juta itu, kemudian kita kembalikan begitu. Intinya adalah satu keyword-nya adalah efisiensi, ya, kemudian keadilan, ya dong, ini lebih adil proporsional," kata Sudaryono, ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Dia menjelaskan, hitungan Rp 6 juta per hari sebelumnya adalah Rp 2 ribu per porsi untuk kapasitas produksi 3 ribu porsi MBG. Namun, jika Rp 6 juta per hari jadi patokan insentif, maka pendapatan mitra Dapur MBG akan berbeda.

"Kalau penerima manfaatnya 1.000 dibayar Rp 6 juta (per hari), berarti bukan Rp 2.000 (per porsi insentif), Rp 6.000, Rp 6.000 satu porsinya. Jadi ada, ada namanya pemborosan anggaran begitu," tegasnya.

Dia mengamini hitungan tersebut bisa bermasalah pemborosan anggaran dalam pandangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sehingga skema insentif Rp 2.000 per porsi diambil untuk langkah efisiensi anggaran.

"Tentu saja kita ingin efisien. Jadi setiap rupiah anggaran, setiap rupiah APBN kita harus betul-betul dikelola dengan bener, dan kemudian dikonversi dengan bener sehingga jadi MBG-nya bagus gitu," terangnya.

Mitra MBG Tak Untung Berlebihan Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menjelaskan skema insentif ini mengatur lebih detail keuntungan yang didapat mitra SPPG. Keuntungannya dijamin bisa berjalan secara lebih proporsional.

"Jadi mitra itu tidak mungkin rugi. Tapi tidak bisa kemudian untung gede-gedean gitu. Ini kan bisa dibilang kan, MBG ini kan kalau katakanlah semacam kegiatan utilitas, utilitas itu rutin, harian," ujar dia.

"Tapi kemudian pengembaliannya atau untungnya kan enggak gede, tapi volume, mainnya main volume dan main panjang begitu. Ini bukan kegiatan yang sekali, katakanlah sekali kerja sekali untung enggak kan, ini terus-terusan," imbuh Sudaryono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/insentif-mbg-jadi-rp-2-ribu-per-porsi-mitra-tak-untung-berlebihan-d1c3d9f9/.

Baca juga

Semua berita Ekonomi