Irama Jantung Tak Beraturan, Waspadai Fibrilasi Atrium
Liputan6.com, Jakarta - Gangguan pada jantung tidak hanya berkaitan dengan aliran darah. Irama jantung juga dapat mengalami gangguan alias aritmia, salah satunya fibrilasi atrium.
Fibrilasi atrium atau atrial fibrillation (AF) merupakan salah satu jenis aritmia yang membuat irama jantung menjadi tidak teratur. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi risikonya meningkat seiring bertambahnya usia seperti disampaikan dokter spesialis penaykit dalam subspesialis kardiovaskular, Simon Salim, dari BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo Jakarta.
"Studi Framingham menunjukkan bahwa setelah usia 50 tahun, risiko mengalami fibrilasi atrium dapat meningkat sekitar dua kali lipat setiap bertambah 10 tahun usia. Bahkan, hampir 10% orang yang mencapai usia 80 tahun diperkirakan dapat mengalami fibrilasi atrium," tutur Simon.
Selain usia, beberapa kondisi seperti tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes, gagal jantung, penyakit jantung struktural, gangguan tidur seperti sleep apnea, dan konsumsi alkohol juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fibrilasi atrium.
Gejala Fibrilasi Atrium Pada sebagian orang, fibrilasi atrium dapat menimbulkan keluhan diantaranya:
- jantung berdebar - denyut jantung terasa tidak teratur - mudah lelah - sesak napas,
- kemampuan beraktivitas yang menurun.
Namun, sebagian lainnya tidak merasakan keluhan atau gejala apa pun. Kondisi tersebut membuat fibrilasi atrium dapat berlangsung tanpa disadari dan baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan jantung untuk alasan lain.
"Meski tidak menimbulkan keluhan, fibrilasi atrium tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko stroke," tutur Simon.
Lebih lanjut, Simon menjelaskan irama jantung yang tidak teratur dapat membuat aliran darah di dalam jantung menjadi kurang lancar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya bekuan darah.
Jika bekuan darah terlepas dan terbawa aliran darah menuju otak, pembuluh darah di otak dapat tersumbat dan menyebabkan stroke. Karena itu, pada pasien dengan fibrilasi atrium, pencegahan stroke menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/irama-jantung-tak-beraturan-waspadai-fibrilasi-atrium-c76cad93/.
Baca juga
12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026
ANTARA - Rombongan pembalap dan kru MotoGP Mandalika 2026 mulai berdatangan melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Senin (5/10). Mereka disambut hiburan musik tradisional dan zoo move atau wahana kendaraan mainan.
Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara
FIFA ASEAN Cup 2026 Drama Final FIFA ASEAN Cup: Suporter Sempat Tinggalkan SUGBK, Garuda Bangkit dan Juara Pada menit ke-111, Peeradol mencetak gol yang membuat Thailand berbalik unggul 2-1. Suasana SUGBK pun berubah drastis.
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak
Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pelaku tewas setelah menyerang anggota kepolisian menggunakan senjata tajam saat hendak diamankan di Kabupaten Lampung Timur, Senin (5/10/2026).
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Judika dan Anggun Tampil Emosional
Judika dan Anggun tampil penuh emosi saat membawakan lagu nasional setelah Indonesia memenangkan laga final FIFA ASEAN Cup 2026 melawan Thailand di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Senin (5/10) malam.