Lewati ke konten

Rabu, 7 Oktober 20262927 berita

Jelang 3 Tahun Serangan di Gaza, Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata PermanenAlarm Kematian El Nino di RI, Benarkah Belasan Ribu Terancam Tewas?Mediasi Audi Marissa dan Anthony Xie Resmi Gagal, Kuasa Hukum: Pintu Rujuk Masih TerbukaRUU Pelindungan Ketenagakerjaan Atur Dana Cadangan Pesangon hingga Larangan Tahan IjazahDulu Buka Jalan Cawapres, Almas Kini Minta DPR Proses Makzulkan GibranCristiano Ronaldo Ungkap Alasan Tinggalkan Timnas Portugal, Klaim Jorge Jesus Ingkar JanjiSegini Hadiah Timnas Indonesia Usai Kalahkan Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026Menko Sugino minta Menpora hitung kebutuhan tambahan bonus bagi atletMasalah Kualitas, As Roda Chery Omoda 5 Copot Terjadi di MalaysiaHaji Isam Tambah Kepemilikan Saham Bayan, Manajemen Buka Suara
Internasional

Jelang 3 Tahun Serangan di Gaza, Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata Permanen

Detik 2 menit baca 361 kata
Jelang 3 Tahun Serangan di Gaza, Sekjen PBB Desak Gencatan Senjata Permanen — gambar dari Detik
Gambar dari Detik. Ringkasan oleh Zona News.

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza menjelang peringatan tiga tahun serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. PBB menyerukan semua pihak menghormati hukum internasional.

"Sudah saatnya gencatan senjata menjadi permanen. Sudah saatnya mengizinkan bantuan kemanusiaan dalam skala besar. Dan sudah saatnya menghormati hukum internasional," kata Guterres dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Selasa (6/10/2026).

Ia menyerukan 'jalan politik menuju perdamaian abadi di seluruh kawasan.' Ia berharap tak hanya duka dalam peringatan 3 tahun perang, melainkan juga ada tekad pembangunan masa depan Israel dan Palestina yang dapat hidup berdampingan.

"Biarlah peringatan ini tidak hanya menandai satu tahun lagi masa berkabung, tetapi juga tekad baru untuk membangun masa depan yang berbeda, masa depan di mana warga Israel dan Palestina dapat hidup berdampingan dalam damai dan aman, dengan hak, martabat, dan aspirasi mereka terpenuhi," ujar Guterres.

Pimpinan PBB tersebut mengakui adanya korban jiwa di pihak Israel dalam pernyataannya, seraya menyebut serangan Hamas sebagai tindakan "keji" karena "menewaskan lebih dari 1.200 warga Israel dan warga negara asing" serta penyanderaan terhadap 251 orang lainnya.

Namun, Guterres juga mengatakan warga Palestina di Gaza telah menghadapi "kehilangan nyawa, pengungsian, dan kehancuran dalam skala besar," tanpa merinci jumlah korban tewas di pihak mereka.

"Penderitaan mereka pun harus diakhiri, sekarang juga," tegas Guterres.

Diketahui, kampanye militer Israel yang telah berlangsung bertahun-tahun di Gaza telah menewaskan lebih dari 74.200 orang menurut Kementerian Kesehatan Palestina, yang berada di bawah otoritas Hamas dan datanya dianggap dapat dipercaya oleh PBB.

Guterres mengakui bahwa gencatan senjata singkat, yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Oktober 2025, "memberikan sedikit kelegaan. Namun, hal itu belum menghasilkan keamanan, bantuan kemanusiaan yang memadai, ataupun jalan yang kredibel menuju pemulihan dan perdamaian." Israel, yang masih menguasai sebagian besar wilayah Gaza, menolak untuk menarik pasukannya hingga pelucutan senjata Hamas terverifikasi. Di pihaknya, Hamas mengusulkan pelucutan senjata secara bertahap, alih-alih penyerahan seluruh persenjataannya secara langsung dan sepihak.

Sejak serangan tahun 2023, Israel telah melancarkan serangan militer di berbagai front, terutama dengan menginvasi Lebanon selatan untuk menghadapi Hizbullah-gerakan Islamis yang didukung oleh Teheran-serta melancarkan perang melawan Iran pada akhir Februari bersama Amerika Serikat.

Lihat juga Video: Israel Rudal Mobil Polisi Gaza, 4 Tewas Termasuk Balita

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/jelang-3-tahun-serangan-di-gaza-sekjen-pbb-desak-gencatan-senjata-045b3315/.

Baca juga

Penusukan di Sekolah Turki, 1 Siswa SMP Tewas

Seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) meninggal dunia dalam peristiwa penusukan di sebuah sekolah di ibu kota Istanbul, Turki, pada Selasa (6/10). Peristiwa itu terjadi di distrik Basaksehir, barat laut kota itu, sekitar pukul 08.40 waktu setempat.

CNN Indonesia

Semua berita Internasional