Kapal Induk Ketiga AS Menuju Iran, Ribuan Pasukan dan F-35 Ikut Dikerahkan
Iran Vs Amerika Memanas Kapal Induk Ketiga AS Menuju Iran, Ribuan Pasukan dan F-35 Ikut Dikerahkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menyatakan pasukan AS “siap menyerang” apabila Trump memerintahkan operasi militer baru.
Kapal Induk Ketiga AS Menuju Iran, Ribuan Pasukan dan F-35 Ikut Dikerahkan TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) meningkatkan konsentrasi kekuatan militernya di sekitar Iran dengan mengerahkan kelompok tempur kapal induk ketiga ke kawasan Timur Tengah.
Langkah ini dilakukan ketika konflik AS-Iran memasuki bulan kedelapan dan kedua pihak masih menghadapi pilihan antara meningkatkan eskalasi atau membuka jalan menuju penyelesaian diplomatik.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kelompok tempur kapal induk USS Theodore Roosevelt berangkat dari San Diego, California, pada akhir September menuju Timur Tengah.
wal pengerahan berjalan sesuai perkiraan, sumber yang dikutip Al Jazeera menyebut kekuatan angkatan laut AS di sekitar Iran pada akhir November dapat mencakup tiga kapal induk dan dua kelompok penyerang amfibi.
Konsentrasi kekuatan sebesar itu memberikan Washington lebih banyak pilihan militer jika Presiden Donald Trump memutuskan untuk mengambil tindakan terhadap Iran.
Ribuan Personel dan F-35 Dikerahkan Menurut sumber Al Jazeera yang berasal dari Pentagon dan Gedung Putih, pengerahan terbaru tidak hanya melibatkan kapal perang dan pasukan tambahan.
Ribuan personel serta kekuatan udara, termasuk jet tempur siluman F-35, juga disebut akan dikirim ke kawasan tersebut. Mereka akan bergabung dengan sekitar 50.000 personel militer AS yang menurut sumber tersebut telah berada di kawasan Timur Tengah.
Kehadiran tiga kelompok tempur kapal induk akan memberikan AS kemampuan untuk menjalankan operasi udara dari sejumlah arah sekaligus, sementara kelompok amfibi menyediakan opsi tambahan untuk operasi Korps Marinir.
Namun, pengerahan kekuatan tersebut tidak otomatis berarti Washington telah memutuskan untuk melancarkan serangan baru. Dalam konteks konflik yang masih berlangsung, keberadaan aset militer dalam jumlah besar juga berfungsi sebagai alat tekanan dan persiapan terhadap berbagai kemungkinan.
Pentagon, menurut naskah sumber, ingin mempertahankan seluruh opsi militer tanpa bergantung pada perkembangan perundingan diplomatik.
Pentagon Tetap Siapkan Opsi Serangan Pemerintah AS disebut tidak berencana menarik aset militernya meskipun pembicaraan dengan Iran menghasilkan kesepakatan.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga menyatakan pasukan AS “siap menyerang” apabila Trump memerintahkan operasi militer baru.
Trump sendiri masih mengeluarkan pernyataan keras mengenai konflik tersebut. Dalam wawancara dengan Fox News, ia mengatakan Amerika Serikat akan “segera memenangkan” perang dengan Iran.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kapal-induk-ketiga-as-menuju-iran-ribuan-pasukan-dan-f-35-ikut-23280153/.
Baca juga
CDC: Campak di Amerika Serikat hampir 3.900 kasus
Washington (ANTARA) - Jumlah kasus penyakit campak yang sedang melanda di Amerika Serikat kini mendekati 3.900, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), Jumat (2/10).
Hasil Kualifikasi MotoGP Jepang: Martin Rebut Pole usai Salip Marquez
Jorge Martin berhasil merebut pole position mengalahkan Marc Marquez usai menjadi yang tercepat di sesi kualifikasi di Sirkuit Motegi, Sabtu (3/10).
Arab Saudi Siapkan Perang Besar, Awas "Banjir Darah" di Timur Tengah
Arab Saudi Siapkan Perang Besar, Awas "Banjir Darah" di Timur Tengah Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi tengah menyiapkan operasi militer terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Mampukah Irak Kelola Keamanan Setelah Ditinggalkan Pasukan AS?
Setelah berada di Irak selama 12 tahun, Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan penarikan seluruh pasukan dari Irak pada Rabu (30/9) usai menjalankan misi memerangi ISIS.