Lewati ke konten

Sabtu, 3 Oktober 20261326 berita

Kasus SMS Blast Bobol Kartu Kredit Pengguna MRT Jakarta, 4 TersangkaIni Respons Menhub soal KAI Bakal Impor KRL Bekas Jepangamp;nbsp;Link Live Streaming Voli Pantai Asian Games 2026: Peluang Emas Sofyan/BintangMasuk Wantimpres, Budi Gunawan Fokus Kawal Program Prioritas PrabowoAsal usul tanda tangan dan bagaimana sejarahnyaProfil dan Pendidikan Mashudi, Dirjenpas yang Mundur Buntut Kasus Lapas CibinongPB IPSI jajaki Hong Kong jadi basis baru pencak silat internasionalSaat Jenderal Suyudi Langsung Cium Tangan Ibu Usai Jadi KapolriHasil Timnas Indonesia U-17 vs Bahrain U-17 Jelang Kualifikasi Piala Asia U-17 2027BRI Hadirkan BRImo Junior, Dorong Literasi Keuangan Sejak Dini
Teknologi

Kasus SMS Blast Bobol Kartu Kredit Pengguna MRT Jakarta, 4 Tersangka

CNN Indonesia 2 menit baca 382 kata
Kasus SMS Blast Bobol Kartu Kredit Pengguna MRT Jakarta, 4 Tersangka — gambar dari CNN Indonesia
Gambar dari CNN Indonesia. Ringkasan oleh Zona News.

Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya membongkar sindikat pembobolan kartu kredit dengan modus lewat SMS blast alat fake BTS di sepanjang rute MRT Jakarta dari Bundaran HI hingga Blok M.

Pengungkapan kasus ini bermula dari tiga laporan tiga korban yang menerima SMS berisi promo dengan mengatasnamakan perbankan maupun e-commerce.

"Ada yang dari perbankan, ada yang dari e-commerce, ada juga dari provider. Yang intinya mengatakan bahwa 'saldo poin plus-plus anda sudah mau habis, untuk menukarkan menjadi voucher atau menjadi barang, silakan klik link berikut ini', dan diarahkan ke sebuah website yang palsu menyerupai website yang asli," tutur GrawasKasubdit IV Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto kepada wartawan, Jumat (2/10).

"Ketika masuk ke website palsu tersebut, si korban diminta untuk memasukkan credit card," sambungnya.

Grawas mengungkapkan SMS itu dikirim oleh para pelaku menggunakan alat blasting berupa fake BTS. Kata dia, fake BTS ini beroperasi layaknya BTS asli.

"Fake BTS ini adalah alat yang mensimulasikan spektrum frekuensi GSM kepada mobile phone atau handphone yang berada di sekitar alat tersebut, sehingga alat tersebut dapat beroperasi layaknya BTS asli meskipun BTS tersebut adalah BTS bayangan atau Fake BTS," tutur dia.

Setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, penyidik berhasil menemukan sebuah mobil yang dicurigai berkaitan dengan tindakan kejahatan berupa SMS palsu ini pada 31 Juli.

Penyidik kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh GM selaku driver. Kepada polisi, GM mengaku bekerja atas perintah seseorang berinisial NL.

Dari informasi itu, penyidik lantas mendalami peran NL yang merupakan pihak pencari mobil untuk digunakan serta pencari driver.

"Dari keterangan saudara NL kita kembangkan lagi, kita lakukan penangkapan selanjutnya terhadap saudara AGW. AGW inilah yang kemudian menggaji saudara NL serta saudara GM," ucap Grawas.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap AGW, penyidik kembali mendapatkan dua sosok lain. Yakni JYI selaku teknisi yang memasang alat fake BTS ke dalam mobil serta AD yang mengatur isi serta jumlah SMS yang akan di-blast oleh GM.

Kini, keempat pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Grawas menyebut pihaknya masih terus mengembangkan perkara ini.

"Perkara ini masih kami kembangkan dan selanjutnya akan kami dalami keterkaitan serta peran-peran tersangka lainnya," ujarnya.

Dari tangan para tersangka, penyidik turut menyita barang bukti satu unit mobil, rangkaian alat fake BTS terdiri dari aki, amplifier, power supply, serta alat fake BTS tersebut. Turut disita juga lima unit handphone, buku rekening hingga ATM.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kasus-sms-blast-bobol-kartu-kredit-pengguna-mrt-jakarta-4-tersangka-4e7d2543/.

Baca juga

Semua berita Teknologi