Keluarga Pejabat Iran yang Sekolah-Bekerja di AS, Diusir dan Dimusuhi
Keluarga Pejabat Iran yang Sekolah-Bekerja di AS, Diusir & Dimusuhi CNN Indonesia Minggu, 04 Okt 2026 06:53 WIB Bagikan:
URL berhasil disalin Jakarta, CNN Indonesia -- Dokter Fatemeh Ardeshir-Larijani adalah asisten profesor di departemen hematologi dan onkologi medis di sekolah kedokteran Universitas Emory di Atlanta, Amerika Serikat.
Dalam situs web resminya, dia fokus meneliti "penemuan target baru dan pendefinisian mekanisme resistensi imun pada kanker paru-paru." Ternyata, Fatemeh adalah anak dari Ali Larijani, petinggi garda revolusi Iran, yang tewas dalam serangan AS Februari lalu.
Isu tersebut dengan cepat menarik perhatian beberapa anggota parlemen. Dalam surat resmi, Anggota Kongres Buddy Carter menyerukan pemecatannya dan berpendapat bahwa lembaga-lembaga AS seharusnya tidak bertindak sebagai "tempat perlindungan" bagi mereka yang terkait dengan rezim yang bermusuhan. Carter juga memperingatkan bahwa kehadirannya yang berkelanjutan merupakan ancaman bagi keamanan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Setelah seruan itu, Fetemeh sudah tidak bekerja lagi di sana sejak Januari 2026 atau sebulan sebelum AS menyerang Iran. Dia diberhentikan karena desakan sejumlah pihak, termasuk anggota parlemen dan warga Iran di AS yang tidak mendukung rezim para mullah. Sebuah petisi di Change.org yang ditandatangani oleh lebih dari 156.000 orang mendesak pemerintahan Trump untuk mendeportasi Ardeshir-Larijani.
Pihak berwenang AS kemudian mengusir Fatemeh dan suaminya, Seyed Kalantar Motamedi. Menurut pihak berwenang, keduanya diusir sebagai bagian dari kampanye ketat terhadap orang-orang yang terkait dengan pemerintahan anti-Amerika.
"Seorang dokter yang merupakan putri dari pejabat senior pemerintah Iran bukan lagi karyawan Emory," kata Institut Kanker Winship universitas tersebut, tempat Larijani bekerja, sebagai tanggapan atas pertanyaan dari media Iran International.
"Karena ini adalah masalah kepegawaian, kami tidak dapat memberikan informasi tambahan," kata universitas tersebut.
Universitas Emory tidak merinci apakah pemecatannya terkait dengan sanksi AS, tetapi mengatakan bahwa "karyawannya dipekerjakan sepenuhnya sesuai dengan hukum negara bagian dan federal serta persyaratan lain yang berlaku." Sementara Departemen Keuangan AS pernah menjatuhkan sanksi kepada Ali Larijani, karena "mengkoordinasikan" respons Republik Islam terhadap protes nasional atas nama Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Kasus Fatemeh semakin menyoroti upaya yang semakin meluas untuk menargetkan warga negara asing yang terhubung dengan kelas penguasa Iran, termasuk mereka yang terintegrasi ke dalam lembaga-lembaga Amerika yang bergengsi.
Para pejabat AS menekankan tidak akan mengizinkan orang-orang yang mendukung atau berafiliasi dengan rezim teroris anti-Amerika untuk tinggal di negara tersebut.
Kepergiannya menggarisbawahi meningkatnya kesadaran mengenai afiliasi asing dalam pendidikan tinggi Amerika, terutama dalam kaitannya dengan pemerintah yang dianggap memusuhi AS. Dan ketegangan makin memuncak setelah AS dan Israel menyerang Iran.
Mereka bekerja dan belajar Fatemeh bukan satu-satunya anak pejabat Iran yang belajar dan bekerja di AS. Warga Iran di AS yang anti rezim bahkan sampai membuat petisi agar keberadaan mereka diusir. New York Post membuat liputan khusus pada Maret lalu, atau sebulan setelah serangan AS ke Iran, tentang anak-anak dari pemimpin rezim Iran di AS.
"Anak-anak pemimpin rezim dan tokoh-tokoh penting bersekolah di universitas-universitas bergengsi di seluruh AS, termasuk Union College di University of Massachusetts, New York, dan George Washington University," seperti diungkapkan New York Post.
Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/keluarga-pejabat-iran-yang-sekolah-bekerja-di-as-diusir-dan-dimusuhi-89e215a9/.
Baca juga
Nama Israel Houghton Masuk dalam Pemantauan Imigrasi, Visa Bakal Ditolak
Direktorat Jenderal Imigrasi menyatakan belum menerima permohonan visa dari musikus asal Amerika Serikat (AS) Israel Houghton terkait rencana konsernya di Jakarta. Imigrasi menegaskan bakal menolak visa Israel Houghton jika mengajukan permohonan.
Imigrasi Tolak Terbitkan Visa Musisi AS Israel Houghton ke RI
Indonesia akan menolak menerbitkan visa musisi Israel Houghton jika mengajukan permohonan masuk ke Tanah Air.
Rusia Bantah Kematian Teknisi Lab Akibat Wabah Pes Lepas, Bilang Cuma Rumor
Rusia membantah laporan menyebut seorang teknisi laboratorium di wilayah Siberia meninggal dunia akibat wabah atau pes yang belum dikenal . Pemeriksaan setelah kematian tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan penyakit tersebut.
Jadwal Tayang dan Sinopsis Shadow Punisher Dracin Luo Yunxi
Shadow Punisher menjadi drama China terbaru dibintangi Luo Yunxi. Dalam costume drama ini, ia tampil sebagai sosok cerdas yang diam-diam menyusup untuk mengungkap rahasia istana.