Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Kepala Sipir AS Resign Gegara Suntik Mati Napi Tetapi Tak MeninggalVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Internasional

Kepala Sipir AS Resign Gegara Suntik Mati Napi Tetapi Tak Meninggal

CNN Internasional 2 menit baca 424 kata
Kepala Sipir AS Resign Gegara Suntik Mati Napi Tetapi Tak Meninggal — gambar dari CNN Internasional
Gambar dari CNN Internasional. Ringkasan oleh Zona News.

Kepala sistem pemasyarakatan Tennessee Amerika Serikat mengundurkan diri setelah proses eksekusi terhadap narapidana hukuman mati, Christa Pike, gagal.

Gubernur Tennessee Bill Lee mengumumkan hal tersebut pada Sabtu (3/10), di tengah penyelidikan mengenai apa yang menyebabkan proses hukuman mati Pike gagal.

Kepapa sipir itu ialah Commissioner of the Tennessee Department of Correction, Frank Strada. Lee menuturkan Strada mengajukan pengunduran dirinya dan akan meninggalkan jabatannya pada akhir bulan ini.

Dikutip Anadolu Agency, Lee mengatakan bahwa ia menerima pengunduran diri Strada. Pejabat setempat menyebutkan bahwa seorang komisaris sementara akan ditunjuk untuk menggantikannya.

Strada mengatakan bahwa ia tetap meyakini departemennya telah mengikuti prosedur yang telah ditetapkan. Namun, menurutnya, mengundurkan diri merupakan langkah yang terbaik bagi negara bagian tersebut selama peninjauan independen dilakukan.

Eksekusi Pike dengan suntikan mematikan pada Rabu dihentikan setelah dua upaya untuk memberikan obat eksekusi mengalami kegagalan.

Sebagai informasi, Tennessee menggunakan pentobarbital dalam prosedur hukuman mati dengan suntik mati. Obat tersebut seharusnya masuk melalui jalur intravena (IV) langsung ke aliran darah.

Namun, terjadi masalah ketika petugas berusaha memberikan obat pada Pike, terpidana hukuman mati sejak 1995 karena membunuh Colleen Slemmer yang saat itu berusia 19 tahun.

Menurut tim kuasa hukum Pike, ada masalah dengan pemasangan atau posisi jalur IV. Mereka menduga obat tersebut tidak masuk sebagaimana mestinya ke pembuluh darah, tetapi bisa masuk ke jaringan di sekitar pembuluh darah.

Petugas kemudian mencoba memberikan dosis kedua kepada Pike namun perempuan itu tak kunjung meninggal.

Prosedur penyuntikan itu berlangsung sekitar dua jam sebelum akhirnya dihentikan setelah dua kali percobaan dan gagal.

Pike kemudian dibawa ke rumah sakit. Pengacara Pike mengatakan dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan pada Jumat bahwa kondisi Pike kritis, tidak sadarkan diri, dan menggunakan ventilator di sebuah rumah sakit di wilayah Nashville.

Pengacara berpendapat bahwa keteledoran dalam melakukan penyuntikan bisa menyebabkan terpidana merasakan penderitaan yang serius tanpa meninggal.

Gubernur Lee memerintahkan peninjauan independen terhadap upaya eksekusi tersebut dan menangguhkan seluruh eksekusi yang tersisa di negara bagian itu hingga akhir tahun sebelum mengetahui penyebab kegagalan ini.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/kepala-sipir-as-resign-gegara-suntik-mati-napi-tetapi-tak-meninggal-c30a81bd/.

Baca juga

Semua berita Internasional