Lewati ke konten

Selasa, 6 Oktober 20262292 berita

Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Ada Risiko Kuman Jadi KebalVIDEO: 17 Pegawai Lapas Cibinong Disanksi, Kalapas Diberhentikan12 pembalap tiba di Lombok, bersiap untuk MotoGP Mandalika 2026Koordinator BEM UI Diserang OTK di Jaksel, Ditendang lalu Nyungsruk dari MotorKapolres Bogor Tekankan Sinergitas TNI-Polri Kunci Mutlak Jaga Keamananamp;nbsp;Juara, Prabowo serahkan trofi FIFA ASEAN Cup ke pemain IndonesiaPolisi imbau suporter rayakan kemenangan Indonesia secara tertibJamal Mirdad Sentil Artis Muda yang Cuma Kejar Viral: “Berikan Karyamu”Pekalongan gelar Festival Literasi untuk bangkitkan minat baca wargaSejumlah menko mulai gunakan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas
Lifestyle

Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Ada Risiko Kuman Jadi Kebal

Liputan6 Kesehatan 1 menit baca 203 kata
Konsumsi Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Ada Risiko Kuman Jadi Kebal — gambar dari Liputan6 Kesehatan
Gambar dari Liputan6 Kesehatan. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Penggunaan antibiotik yang tidak tepat masih menjadi perhatian karena dapat memicu resistensi antimikroba atau Antimicrobial Resistance (AMR). Salah satunya terjadi ketika antibiotik dikonsumsi tanpa resep dan pengawasan tenaga medis.

Sayangnya, praktik apotek yang menyerahkan antibiotik tanpa resep dokter masih terjadi seperti disampaikan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Manado, Hermanto.

"Jadi resistensi antimikroba menjadi perhatian dunia karena berdasarkan materi tadi apabila kita tidak berkontribusi di tahun 2050 ya itu akan banyak kematian," kata Kepala BBPOM Manado Hermanto pada acara sosialisasi bagi apoteker pada peringatan Hari Apoteker Sedunia di Manado.

Angka kematian yang meningkat, menurut Hermanto diakibatkan antibiotik sudah tidak efektif lagi mengobati penyakit atau membunuh kuman.

"Makanya harus sama-sama, ada gerakan nasional termasuk sampai ke tingkat yang terendah ini, ke mahasiswa juga harus dibekali," pesannya.

Ia meminta semua pihak bergerak untuk mencegah meningkatnya risiko kematian yang diakibatkan oleh resistensi antimikroba.

"Perlu digerakkan bersama mulai dari BPOM, ada pemerintah, ada pelaku usaha, akademisi/mahasiswa hingga media," sebut Hermanto mengutip Antara.

Kerja sama pentaheliks yang diterjemahkan berdasarkan tugas masing-masing diarahkan untuk menekan serendah mungkin angka kematian akibat resistensi antibiotik.

"Harus ada aksi-aksi nyata apa yang dilakukan, selain itu perlu adanya pemberian edukasi, pemberdayaan, bagaimana limbahnya, semua pihak harus bekerja sama," ujarnya.

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/konsumsi-antibiotik-tanpa-resep-dokter-ada-risiko-kuman-jadi-kebal-baf58df9/.

Baca juga

Semua berita Lifestyle