Lewati ke konten

Selasa, 13 Oktober 20264000 berita

Korsel Investasi Rp 3.571 Triliun di AS, Trump Pamer Proyek Energi RaksasaAlexander Zverev Bakal Tercatat sebagai Petenis Putra Ranking 1 Dunia TertuaNilai Strategis Wealth Partnership dalam Menghadapi Kompleksitas Pengelolaan KekayaanCaplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 TriliunMengapa Kebakaran Hutan Kalimantan dan Sumsel Tak Kunjung Padam?Daftar Terbaru Harga Emas Antam, Galeri24 dan UBS Hari Ini 13 Oktober 2026Video: Cerita Warga Malaysia Dibekap Kabut Asap Karhutla RIMata Uang Asia Kebakaran Hebat: Rupiah, Won - Ringgit JatuhPLN Batam Pulihkan Pasokan Listrik Setelah Gangguan Awal PekanTol Cikampek Berlakukan Contraflow di KM 21 hingga KM 23, Urai Kemacetan Parah
Ekonomi

Korsel Investasi Rp 3.571 Triliun di AS, Trump Pamer Proyek Energi Raksasa

Liputan6 Bisnis 1 menit baca 283 kata
Korsel Investasi Rp 3.571 Triliun di AS, Trump Pamer Proyek Energi Raksasa — gambar dari Liputan6 Bisnis
Gambar dari Liputan6 Bisnis. Ringkasan oleh Zona News.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan komitmen investasi energi bernilai fantastis dari Korea Selatan (Korsel) senilai US$ 200 miliar atau sekitar Rp 3.571 triliun (kurs Rp 17.890 per US$).

Melansir Yahoo Finance, Sabtu (3/10/2026), paket investasi megah ini mencakup pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Gas Alam (PLTG) berkapasitas 6,4 gigawatt (GW) di Texas, delapan reaktor nuklir baru, serta proyek pipa Gas Alam Cair (LNG) di Alaska.

Trump mengklaim agenda ini sebagai salah satu investasi infrastruktur energi terbesar dalam sejarah Negeri Paman Sam.

"Mereka (Korea Selatan) akan berinvestasi hingga US$ 200 miliar," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.

Salah satu sorotan utama dalam kesepakatan ini adalah fasilitas PLTG di Texas yang dinamai Project Star. Proyek bernilai US$ 22,3 miliar (sekitar Rp 398,9 triliun) tersebut digadang-gadang bakal menjadi salah satu PLTG terbesar di dunia dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2032.

Penanaman modal jumbo ini merupakan bagian dari implementasi kerangka perjanjian perdagangan antara Washington dan Seoul yang dirancang sejak akhir 2025 dengan nilai total kesepakatan mencapai US$ 350 miliar (sekitar Rp 6.249 triliun).

Sesuai kesepakatan, Korsel berkomitmen menanamkan modal di sektor-sektor strategis AS. Sebagai imbal baliknya, pemerintah AS bersedia memangkas tarif impor untuk produk-produk asal Korea Selatan menjadi 15% Korsel Buka Suara soal Proyek Pipa Gas Alaska Kendati Trump memasukkan proyek pipa LNG Alaska ke dalam jajaran investasi Korsel, pemerintah Korea Selatan menegaskan bahwa keterlibatan mereka dalam proyek tersebut belum sepenuhnya final.

Menteri Perdagangan Korea Selatan menjelaskan bahwa pihaknya masih meninjau ulang proyek LNG Alaska guna menguji kelayakan komersial serta kepatuhannya terhadap prosedur hukum yang berlaku.

"Belum ada keputusan yang diambil mengenai apakah akan berinvestasi atau mengenai besaran investasinya," tegas sang Menteri.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Ringkasan ini disusun otomatis dari artikel sumber. Untuk konteks, fakta lengkap, dan koreksi, buka artikel asli di https://news.zonaindonesia.com/berita/korsel-investasi-rp-3571-triliun-di-as-trump-pamer-proyek-energi-bc187183/.

Baca juga

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun

Caplok Saham Bayan, Perusahaan Haji Isam Rogoh Rp 26,09 Triliun Jakarta, CNBC Indonesia - Entitas perusahaan milik Haji Isam, yaitu PT Jhonlin Baratama telah mengakuisisi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) milik konglomerat Dato' Low Tuck Kwong dan putrinya Elaine Low dengan…

CNBC Indonesia

Semua berita Ekonomi